LOMBOK - Menggali dan mengeksplorasi hal baru menjadi tujuan dalam Capacity Building Wartawan DIY bertajuk “Peluang dan Tantangan Jurnalisme di Era Transformasi Media” yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kita akan terus menggali dan mengeksplorasi hal-hal apa yang harus terus diperdalam,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Darmadi Sudibyo saat membuka acara secara daring, Rabu (9/9).
Untuk itu dilia mengajak wartawan DIY ini menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan berdampak pada masyarakat. Menurut dia, mengeksplorasi berbagai perkembangan baru, termasuk dalam dunia jurnalistik akan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat.
Baca Juga: Jabatan Habis, Jangan Cari Pintu Belakang
"Tapi yang harus dipertahankan adalah fondasi utama jurnalisme kita, masalah integritas, akurasi, dan keberpihakan kepada kebenaran,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB Hario Kartiko Pamungkas menyambut baik kegiatan capacity building yang digelar di Pulau Lombok. Menurut dia, ekonomi di NTB pada triwulan II 2026, ekonomi NTB tumbuh 7,41 persen. Hal itu karena ditopang tiga lapangan usaha utama, yakni pertanian, pertambangan, dan perdagangan.
Dia menjelaskan, NTB sampai saat ini menjadi salah satu lumbung pertanian nasional. Dengan komoditas unggulan seperti beras dan jagung. Sedang untuk pertambangan, NTB mengandalkan tembaga, yang banyak ditemukan di Pulau Sumbawa. Untuk saat ini, tambah dia, masih diperbolehkan untuk ekspor konsentrat tembaga.
Baca Juga: Kebakaran Gudang Rosok di Kotagede Diduga Dipicu Sampah yang Kembali Terbakar
"Tapi ke depan, dengan larangan ekspor konsentrat tembaga, industri pengolahan yang diharapkan jadi motor perekonomian," ungkapnya.
Sedang sektor ketiga, perdagangan dipengaruhi dengan kedatangan wisatawan, baik dalam dan luar negeri. Terutama saat ada hari besar dan libur panjang, NTB akan mendapatkan limpahan wisatawan.
Pemprov NTB pun kini sudah menjalim kerja sama regional dengan Provinsi Bali dan NTT. Kerja sama tersebut tidak hanya untuk sektor pariwisata saja. Tapi juga memperkuat sinergi termasuk pengendalian inflasi bisa dibantu provinsi tetangganya. "Kalau satu daerah membutuhkan dukungan, maka bisa dibantu daerah sekitarnya,” tuturnya.
Editor : Heru Pratomo