Geliatkan UMKM Lokal Kelurahan Tegalrejo, Kota Jogja, Latar Rejo Resmi Diluncurkan

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:08 WIB
Perwakilan Pemerintah Kota Jogja, Kelurahan, dan DPRD Kota Jogja saat meluncurkan pusat kuliner terpadu Latar Rejo, Minggu (23/8/2026). (FOTO// IWAN NURWANTO/Radar Jogja) 
Perwakilan Pemerintah Kota Jogja, Kelurahan, dan DPRD Kota Jogja saat meluncurkan pusat kuliner terpadu Latar Rejo, Minggu (23/8/2026). (FOTO// IWAN NURWANTO/Radar Jogja) 

JOGJA - Guna memajukan perekonomian warga dan memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kelurahan Tegalrejo resmi meluncurkan pusat kuliner baru bertajuk Latar Rejo, Minggu (23/8/2026). Lokasinya berada di Lapangan Tenis Museum Monumen Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama.

Lurah Tegalrejo Suyadi mengatakan, peluncuran tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan untuk menumbuhkembangkan UMKM lokal. Latar Rejo dikonsep sebagai pasar kuliner terpadu. Sehingga tidak hanya menyediakan produk UMKM saja, namun juga ada hiburan seni dan budaya serta olahraga.

“Tujuan kami selain launching adalah mengenalkan kepada masyarakat bahwa di Tegalrejo sudah ada wadah kuliner terpadu” ujar Suyadi di sela acara.

Latar Rejo beroperasi setiap hari. Mulai dari pagi, sore, hingga malam. Pengelola juga telah menjadwalkan pentas budaya lokal secara rutin. Dalam peluncurannya, pihak kelurahan menggandeng sebanyak 65 pelaku UMKM. Kegiatan turut dimeriahkan jalan sehat, senam bersama, serta penampilan tari angguk. 

Baca Juga: Dinyatakan Kompeten, Lulusan Polbangtan Kementan Siap Tembus Dunia Kerja

Melalui integrasi antara sajian kuliner dan pertunjukan seni ini, Suyadi berharap Latar Rejo dapat menjadi magnet wisata baru. Kemudian mendongkrak pendapatan para pelaku usaha kecil, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat di Kelurahan Tegalrejo.

“Pengunjung dapat menikmati kuliner sekaligus mengenal seni dan budaya,” jelas Suyadi.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Oleg Yohan mengungkapkan bahwa nama Latar Rejo diambil dari filosofi latar yang berarti halaman dan rejo yang bermakna ramai. Kegiatan tersebut diselenggarakan juga untuk mengoptimalkan potensi keramaian pasca HUT Kemerdekaan RI.

Ia menjelaskan, Latar Rejo dirancang menjadi embrio pusat kuliner malam. Selain menjadi wadah berjualan harian, keberadaannya juga diproyeksikan sebagai persiapan awal menyambut potensi pasar kaget jelang bulan puasa Ramadan mendatang. 

Baca Juga: Soroti Suara Rakyat yang Kerap Hangus, Elemen Pemuda Desak Evaluasi Parliamentary Threshold

Politisi Partai Nasdem ini berharap Latar Rejo mampu berkembang secara konsisten hingga menjadi salah satu ikon kuliner baru di Kota Jogja. Ia juga memastikan bahwa legislatif terus mendukung penuh langkah kolaboratif antara pemerintah wilayah dan komunitas pelaku usaha mikro tersebut.

"Selaku dewan, tentu saja kita mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini ada di kemantren-kemantren, yang kemudian bisa menjadi daya ungkit nilai ekonomi masyarakat," tegas Oleg. 

Turut hadir, Kepala Bidang UKM Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja Bebasari Sitarini menyampaikan, pusat kuliner terpadu Latar Rejo dihadirkan sebagai penggerak ekonomi dengan menyediakan destinasi wisata kuliner. Lewat program tersebut diharapkan muncul ruang temu masyarakat yang mampu bersama-sama menghidupkan perekonomian lokal.

“Kulineran Latar Rejo bukan menjadi garis finish tapi merupakan garis start menjadi ruang temu warga yang berkelanjutan bagaimana untuk bisa menghidupkan ekonomi warga, untuk tumbuh bersama dan menjadi destinasi baru kuliner di Kota Jogja,” tegas Sita sapaannya. (inu) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
pelaku usaha Latar Rejo kuliner Jogja Tegalrejo pusat kuliner