Potensi Haji di DIY Capai 398 Ribu Orang, BPKH Dorong Bank Muamalat Optimalkan Sinergi Layanan Keuangan

Heru Pratomo • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 01:23 WIB

Yogyakarta Jadi Kota Keempat Synergy Roadshow BPKH dan Bank Muamalat
Yogyakarta Jadi Kota Keempat Synergy Roadshow BPKH dan Bank Muamalat

 

 

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyebut potensi jemaah haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 398 ribu orang. Potensi besar ini didorong untuk dapat dimaksimalkan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat).

Hal tersebut disampaikan Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander saat kegiatan media gathering bersama Bank Muamalat Wilayah Yogyakarta yang dihadiri jajaran pimpinan dan insan Bank Muamalat, Kamis (23/7).

"Sinergi antara BPKH dan Bank Muamalat bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi merupakan kemitraan strategis untuk menghadirkan layanan haji yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas. Kami ingin kolaborasi ini memberikan manfaat nyata, baik bagi jemaah maupun bagi penguatan bisnis Bank Muamalat," ujar Harry.

Baca Juga: Wamendikdasmen Tinjau Proyek TK Aisyiyah Banguntapan, Tegaskan Sekolah Swasta Berhak Dapat Revitalisasi

Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi Bank Muamalat, BPKH tengah mengembangkan sejumlah inisiatif strategis. Melalui pemanfaatan BPKH Apps, BPKH mendorong optimalisasi layanan kepada jemaah haji tunggu dengan mengintegrasikan proses pembukaan rekening setoran dan rekening pelunasan haji di Bank Muamalat.

Integrasi ini diharapkan mampu memperluas akuisisi nasabah, meningkatkan aktivitas cross selling, serta mendongkrak pertumbuhan margin income Bank Muamalat.

Selain itu, BPKH bersama Bank Muamalat memperkuat pengelolaan likuiditas penyelenggaraan Keuangan Haji melalui optimalisasi dana setoran awal dan pelunasan. Pengelolaan dana yang semakin optimal ini diharapkan dapat memperkuat struktur pendanaan sekaligus meningkatkan kapasitas bank dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan.

Baca Juga: Pep Guardiola Tolak Tawaran Timnas Italia, Fokus untuk Kehidupan Pribadi setelah Satu Dekade Bersama Manchester City

BPKH juga mendorong pengembangan ekosistem pembayaran digital melalui integrasi payment gateway Bank Muamalat dengan berbagai mitra strategis guna memperluas pemanfaatan layanan perbankan dan meningkatkan fee based income.

Gelar Synergy Roadshow 2026 di Yogyakarta Langkah penguatan sinergi ini berlanjut saat BPKH dan Bank Muamalat menggelar Synergy Roadshow 2026 di DIY pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini merupakan ajang kolaborasi serta evaluasi kinerja bisnis seluruh region Bank Muamalat di enam kota besar.

Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono menjelaskan, Yogyakarta menjadi lokasi keempat penyelenggaraan Synergy Roadshow 2026 setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Selanjutnya, kegiatan serupa akan menyusul di Makassar dan Medan.

Baca Juga: Warga Penolak Tambang Semen Pracimantoro Wonogiri Geruduk Fakultas Geografi UGM, Tuntut Pertanggungjawaban Publik

Forum yang mempertemukan para pimpinan serta tim penjualan di kantor wilayah dan cabang ini bertujuan untuk menyelaraskan strategi, prioritas bisnis, dan arahan manajemen.

"Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak," ungkap Imam.

Fokus Segmen Ritel dan Pertumbuhan Kinerja Solid Dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, bank syariah pertama murni di Indonesia ini memfokuskan strategi bisnis pada segmen ritel—baik consumer maupun small medium enterprise (SME)—yang terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan segmen korporasi yang sehat.

Baca Juga: PSS Sleman Belum Punya Manajer Resmi, Kim Jeffrey Kurniawan Fokus Jadi Pemain

Produk unggulan consumer seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah mencatat lonjakan lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) hingga mencapai Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026, dengan jumlah rekening nasabah yang melesat 274% yoy. Sementara itu, outstanding pembiayaan SME menyentuh angka Rp3,1 triliun atau tumbuh 33% dibanding tahun sebelumnya.

"SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional, serta mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik," imbuh Imam.

Inovasi Digital dan Kemudahan Layanan Haji Ekosistem haji dan umrah dinilai memberikan efek berganda yang luas bagi sektor ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, kolaborasi BPKH dan Bank Muamalat terus diwujudkan melalui berbagai inovasi layanan nyata, seperti peluncuran Kartu Haji Indonesia untuk menggantikan penggunaan uang tunai demi mendukung digitalisasi ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga: DPD PAN Sleman Targetkan Tambah Kursi DPRD, Bidik Suara Swing Voters

Akses pendaftaran haji kini semakin mudah melalui mobile banking Muamalat DIN, seluruh kantor cabang Bank Muamalat, serta jaringan PT Pos Indonesia. Fitur Bank Haji di dalam Muamalat DIN juga memudahkan jemaah untuk pendaftaran, pelunasan, hingga pengecekan riwayat pendaftaran dan nilai manfaat haji.

Sebagai bentuk kepercayaan lanjutan, BPKH juga telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodiannya.

"Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas," pungkas Imam.

Editor : Heru Pratomo
potensi haji BPKH Aps Synergy Roadshow 2026 Bank Muamalat Eastparc Hotel