RADAR JOGJA - Harga plastik di pasaran melonjak.
Harga naik drastis sejak bulan lalu.
Bahkan kenaikan bisa mencapai 70 persen.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut dampak konflik internasional, mempengaruhi rantai pasok bahan baku.
Harga plastik yang melonjak salah satunya disebabkan karena terganggunya pasokan bahan baku utama yang biasa disebut nafta.
Nafta menjadi komponen penting dalam produksi plastik dan selama ini masih bergantung pada impor, terutama dari kawasan Timur Tengah.
“Harga plastik yang beredar di masyarakat mengalami kenaikan, karena dampak perang. Salah satu bahan baku plastik yaitu nafta kita impor dari Timur Tengah,” kata Budi, Senin, 6 April 2026 dikutip dari sapanusa.id.
Lebih lanjut disebutkan, saat ini, indonesia bergantung terhadap impor.
Akibat konflik internasional, turut mengalami dampak yang signifikan.
Baca Juga: Ditangkap, Tiga Pemuda Nekat Begal Pasutri di JJLS Kebumen
Yakni, adanya gangguan distribusi maupun kenaikan harga di pasar global.
Menghadapi situasi ini pemerintah harus segera mencari solusi alternatif untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
Salah satunya mencari sejumlah pasokan alternatif dari wilayah lain, seperti negara-negara di kawasan India, Afrika hingga Amerika.
Meski demikian, proses peralihan sumber pasokan, kata Mendang, tidak bisa berjalan instan.
Karena perlu menjalin kerja sama baru.
Serta memastikan kualitas bahan baku menyesuaikan distribusi yang ada.
Karena sebelumnya bergantung pada Timur Tengah, maka harus mencari pemasok dari negara lain.
"Harapannya, proses ini berjalan lancar agar harga bisa kembali normal,” imbuhnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva