Gula semut banyak ditemukan di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo. Generasi kedua Adana Gula Semut pun kini mampu bertahan hingga mengembangkan bisnisnya.
"Sekarang dikembangkan menjadi beberapa produk," ucap pemilik Adana Gula Semut Dinar Astuti Ratna Dewi, Jumat (3/4). Dirinya merupakan generasi kedua pengolah nira kelapa menjadi gula semut. Kedua orangtuanya merupakan petani kelapa yang rutin menyadap nira. Dulunya olahan nira hanya dibuat menjadi produk gula jawa.
Kini produksinya mencapai lima ton-10 ton per bulan. Produk tersebut merupakan gula semut yang didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Termasuk di ekspor ke luar negeri melalui distributor yang bekerjasama dengan kelompok Nira Lestari Kokap.
Sudah puluhan tahun usahanya berjalan, tentu dibalik itu terdapat skema bisnis agar UMKM pengolah nira kelapa dapat naik kelas. Paling utama yang dilakukan adalah diversifikasi produk. Nira kelapa yang sebelumnya hanya menjadi gula jawa diubah menjadi serbuk serba guna.
Gula dari nira kelapa yang terkenal dengan rasa otentik khas aren diolah menjadi produk tambahan. Mulai dari serbuk varian rasa jahe, kencur, temulawak, hingga kunyit. Metode sederhana ini, ternyata mampu mendompleng pasar gula semut yang semakin banyak pesaingnya. "Peminta produk turunan cukup banyak, mulai dari kafe hingga toko-toko," ungkapnya.
Diversifikasi produk dianggap menjadi langkah agar UMKM dapat bertahan. Lantaran, produk turunan lebih menjangkau ke masyarakat langsung. Kebanyakan produk gula semut tak dijual secara grosir tanpa ada pengemasan tertentu. Produk turunan dengan kemasan praktis dan brand jelas secara tidak langsung memberikan informasi ke pembeli.
Di samping itu, produk turunan sebenarnya kerap digunakan oleh masyarakat secara langsung. Kunci bisnis gula semut terletak pada memangkas rantai pasok. UMKM idealnya langsung ke konsumen. Dalam hal ini, Adana Gula Semut menyasar konsumen segmen perhotelan dan kafe. "Kami juga punya produk legen," ungkapnya.
Selain diversifikasi produk, saat sumber nira melimpah di musim tertentu, Adana memilih menambah produk ready to drink. Dalam hal ini, produk legen menjadi minuman siap santap dengan citarasa yang telah disesuaikan. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo