Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

ASN Kota Magelang Diimbau Beli Paket Hampers Lokal, Kurasi Ketat, Wajib Halal, dan Bebas Produk Berisiko Basi

Naila Nihayah • Selasa, 17 Februari 2026 | 09:09 WIB
IKM Center menawarkan paket hampers Lebaran dengan harga minimal Rp 100 ribu.
IKM Center menawarkan paket hampers Lebaran dengan harga minimal Rp 100 ribu.

MAGELANG - IKM Center Kota Magelang mulai menggenjot promosi hampers Lebaran berbasis produk UMKM lokal. Paket hampers yang ditawarkan dibanderol mulai Rp 100 ribu, dengan sistem kurasi ketat dan opsi isi yang dapat disesuaikan kebutuhan konsumen.

Pemkot pun tengah menyiapkan surat edaran untuk mengimbau aparatur sipil negara (ASN) berbelanja hampers tersebut.

Kepala Bidang Perindustrian, DPPKUM Kota Magelang Hety Kusumawati menjelaskan, promosi hampers sudah dilakukan sejak sebelum Ramadan melalui media sosial dan jejaring para pelaku UMKM.

Harapannya dapat mendukung gerakan Bangga Buatan Produk UMKM yang dicanangkan oleh Pemprov Jateng untuk memberdayakan produk lokal.

Dia menyebut, surat edaran resmi untuk ASN saat ini masih dalam tahap penyusunan dan menunggu persetujuan pj sekretaris daerah. Meski demikian, komunikasi informal telah dilakukan.

"Intinya nanti kita mengimbau teman-teman ASN untuk belanja hampers produk IKM," terangnya, Senin (16/2).

Baca Juga: Umat Konghucu dan Buddha Sembahyang di Kelenteng Tjen Ling Kiong, Poncowinatan Jogja jelang Tahun Baru Imlek 2026

Dia menegaskan, tidak ada pembedaan paket berdasarkan jabatan ASN. Konsep yang disiapkan lebih fleksibel, dengan nilai minimal Rp 100 ribu dan isi yang dapat disesuaikan (custom) oleh pemesan. Saat ini, kemasan kardus Idulfitri sudah mulai disiapkan sehingga pemesanan bisa langsung diproses begitu surat edaran terbit dan pesanan masuk.

Terkait target penjualan, DPPKUM tidak menetapkan angka baku, melainkan menyesuaikan kemampuan produksi masing-masing UMKM. "Waktu pemesanan kita buat paling lambat H-7 sebelum tanggal pengiriman. Supaya teman-teman UMKM punya waktu menyiapkan produksi," ujarnya.

Dia menambahkan, pengalaman tahun lalu menunjukkan tingginya permintaan seminggu menjelang Lebaran. Sebab satu pelaku UMKM rata-rata mampu memproduksi 600 hingga 700 bungkus.

Baca Juga: Gunungkidul Buka ‘Karpet Merah’ untuk Investor! Empat Proyek Strategis 2026 Disiapkan, Izin Kini Bisa Kilat lewat OSS

Untuk menjaga kualitas, kata Hety, IKM Center menerapkan proses kurasi terhadap produk yang masuk ke dalam hampers. Tahun ini, lebih dari 36 produk lolos seleksi. Proses kurasi diihat dari kemasan, tampilan produk, rasa, dan legalitasnya. "Harus sudah punya NIB, PIRT, dan sertifikat halal," tegasnya.

Selain itu, kepemilikan merek menjadi prioritas, terutama bagi UMKM yang telah memiliki sertifikat merek atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI). IKM Center juga memprioritaskan pelaku UMKM yang telah lebih dulu menitipkan produknya secara rutin.

Baca Juga: Kantongi Dukungan 67 Klub, Deny Ardianta Didorong Maju Jadi Ketua Umum Askab PSSI Sleman

Pengelola IKM Center Kota Magelang Maria Yosephine Hariati menambahkan, hampers Lebaran difokuskan pada produk makanan kering. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi pengalaman sebelumnya, di mana produk basah dinilai lebih berisiko dan rentan basi. "Secara expired mungkin masih aman, tapi dalam proses distribusi rasa bisa berubah," jelasnya.

Dengan pertimbangan tersebut, lanjut Maria, kurasi tahun ini menetapkan frame khusus agar hanya produk yang tahan lama dan aman dikirim yang masuk dalam paket hampers. Meski tidak masuk dalam hampers, UMKM produk basah tetap difasilitasi selama Ramadan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#hampers #ASN #Kota Magelang #IKM Center #se