Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Tak Jadi Penghalang untuk Berwisata ke Yogyakarta! Perputaran Ekonomi Diprediksi Naik Saat Tahun Baru

Fahmi Fahriza • Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:56 WIB

 

Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y. Sri Susilo
Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y. Sri Susilo
JOGJA - Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diprediksi mendorong peningkatan perputaran ekonomi di wilayah DIY.

Kunjungan wisatawan dan mobilitas kendaraan diperkirakan akan tetap tinggi, meski curah hujan dalam beberapa hari terakhir terpantau cukup intens.

Pengamat ekonomi sekaligus dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y. Sri Susilo menilai, bahwa aktivitas wisata pada periode akhir tahun ini akan menghasilkan dampak ekonomi yang positif dan signifikan.

"Saya perkirakan Nataru tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Jumlah kendaraan dan wisatawan diproyeksikan meningkat dan lebih tinggi. Ini positif dari sisi ekonomi," ujarnya pada Radar Jogja, Sabtu (27/12).

Menurutnya, peningkatan pergerakan wisatawan akan mendorong konsumsi pada berbagai sektor perekonomian di DIJ.

"Aktivitas dan pergerakan wisatawan akan menambah pengeluaran untuk konsumsi, penginapan, transportasi, dan lainnya. Dampak ekonominya ini bagus dan lebih tinggi," kata Susilo.

Namun, ia juga mengingatkan adanya konsekuensi berupa kenaikan inflasi secara bulanan atau month to month (mtm) yang mungkin terjadi.

Lonjakan permintaan dan peredaran uang selama libur panjang akan berpengaruh pada harga barang dan jasa.

"Dari sisi ekonomi yang lain, mungkin inflasinya lebih tinggi secara month to month. Ini konsekuensi karena lonjakan wisatawan. Jumlah uang beredar juga meningkat dari penginapan, oleh-oleh, wisata, belanja, transportasi dan lainnya," jelasnya.

Selain faktor wisatawan, Susilo menambahkan sejumlah harga bahan pokok memang sudah naik sejak awal, seperti telur dan cabai, sehingga ikut menambah tekanan inflasi pada akhir tahun ini.

Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa hujan dianggap tidak terlalu menghambat.

Kendati curah hujan tinggi terjadi di DIY beberapa hari terakhir, hal itu tidak akan menjadi penghambat utama kunjungan wisatawan.

"Hujan memang terjadi intens, tetapi sepertinya dan semoga tidak menyurutkan semangat wisatawan," ujarnya.

Ia menilai potensi banjir juga tidak terpusat di kawasan utama aktivitas wisata, sehingga pergerakan wisatawan di pusat kota tetap masif.

Di sisi lain, Susilo melihat Jogja dan Jawa Tengah secara umum masih menjadi magnet utama wisatawan saat Nataru, bahkan jika dibandingkan dengan sejumlah destinasi lain.

"Di daerah lain seperti Bali infonya juga sepi, atau tidak lebih ramai dari Jogja. Jogja dan Jateng sepertinya cukup dominan untuk wisatawan saat Nataru," katanya.

Selanjutnya, ia juga menyoroti perihal nuthuk harga, transparansi dinilainya menjadi kunci.

Susilo menilai bahwa penyesuaian harga merupakan hal yang wajar, selama diinformasikan sejak awal dan secara transparan.

"Seperti hotel, itu menurut saya tidak nuthuk harga. Tapi penyesuaian rate yang sudah diinformasikan sebelumnya. Itu bukan nuthuk karena memang ada momentum tertentu," ujarnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan masih ada sebagian pelaku usaha yang belum sepenuhnya memiliki kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem pariwisata.

"Sayangnya sebagian ekosistem atau oknum masyarakat kita belum sadar hospitality industry. Ini sensitif, apalagi kalau viral dan berkaitan dengan uang," ucapnya. (iza)

Editor : Bahana.
#nataru #Yogyakarta #Wisata Yogyakarta #Wisatawan #UAJY #Perputaran Ekonomi