KEBUMEN - PT Aneka Usaha Kebumen Jaya telah memulai ekspansi bisnis dengan menyasar program strategis pemerintah, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa merah putih (KDMP).
Dari dua program ini PT Aneka Usaha diproyeksi dapat kecipratan untung hingga mencapai Rp 20 miliar.
Direktur PT Aneka Usaha Kebumen Jaya Wahyu Sugiantoro mengatakan, sebagai perusahaan daerah pihaknya akan ambil bagian dalam berbagai program skala prioritas pemerintah.
Utamanya program MBG dan KDMP yang sudah mulai bergulir. "Bukan mau berjalan. Tapi kami sudah jalan ke makan bergizi dan koperasi merah putih," jelasnya, kepada Radar Jogja, Senin (20/10).
Menurut Wahyu, bergulirnya program MBG maupun KDMP dapat menjadi ruang akselerasi bagi perusahaan milik pemerintah. Dalam hal ini PT Aneka Usaha Kebumen Jaya mengambil peran sebagai pemasok kebutuhan bahan pokok dan logistik dalam skema MBG maupun KDMP.
Di program MBG pihaknya melihat peluang cukup besar untuk menjadi jembatan dalam rantai pasok bahan makanan, seperti beras, daging, ikan dan telur. Termasuk di program KDMP membuka peluang kerjasama untuk penyediaan dan distribusi bahan pangan hingga menjangkau pelosok desa.
"Kalau dihitung omzet bisa Rp 20 miliar sampai akhir tahun. Semoga semua berjalan lancar," jelasnya.
Wahyu mengatakan, sebagai perusahaan pelat merah pihaknya jelas dituntut untuk berkontribusi dari sisi pendapatan daerah. Dengan kata lain pihaknya harus bekerja keras melalui berbagai mekanisme bisnis agar target pendapatan dapat tercapai.
Selain bekerjasama lembaga pemerintah, PT Aneka Usaha Kebumen Jaya juga terus berupaya membangun sistem bisnis dengan pihak swasta.
Baca Juga: Hujan Tak Menentu, Petani Gunungkidul Pilih Tunda Tanam hingga Musim Hujan Tiba
"Kalau kemarin sentimen masih negatif. Sekarang positif, bisnis sekarang mulai kelihatan. Secara makro ekonomi sudah berjalan sampai tiga bulan ke depan," ujarnya.
Anggota Komisi C DPRD Kebumen Bangkit Hanis Saputro menyampaikan, sudah saharusnya PT Aneka Usaha Kebumen Jaya mampu mengambil peluang dari bergulirnya program prioritas pemerintah.
Dia juga mendorong perusahaan daerah tersebut lebih peka membidik peluang usaha yang bersumber dari APBD maupun APBN.
"Mereka hitungannya orientasi bisnis. Bebas saja bersaing. Malah kami dorong bisa lebih survive, tidak cuma jualan sembako. Alat tulis kantor, bengkel dan sebagainya, silahkan," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo