RADAR JOGJA - Nama mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali menyita perhatian usai masuk dalam jajaran Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy.
Informasi ini diumumkan resmi melalui laman Bloomberg New Economy, bertepatan dengan pembaruan daftar anggota dewan penasihat global pada April 2025.
Didirikan pada tahun 2018, Bloomberg New Economy merupakan sebuah platform global untuk memfasilitasi dialog antar pemimpin pemerintahan, pelaku bisnis, akademisi, dan tokoh dari organisasi multilateral.
Fokusnya mengenai pergeseran kekuatan ekonomi global dari Barat ke Timur dan dari Utara ke Selatan, sebuah pergeseran yang berakar pada demografi, didorong oleh globalisasi dan dipercepat oleh digitalisasi.
Bloomberg New Economy dipimpin oleh Michael R. Bloomberg, pendiri Bloomberg LP dan Bloomberg Philanthropies, mantan Wali Kota New York City (2002-2013), yang juga lulusan Harvard.
Disebutkan Bloomberg, bahwa kontribusi pemikiran dari tokoh dunia, termasuk Joko Widodo akan berperan signifikan dalam merumuskan rekomendasi strategis menghadapi berbagai tantangan global.
Isu-isu yang menjadi fokus antara lain perubahan iklim, kesenjangan ekonomi, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Jokowi Sebagai Penasehat
Pada April 2025, Bloomberg New Economy resmi membentuk Dewan Penasihat Global dengan susunan anggota terbaru.
Dalam daftar yang dipublikasikan di laman resmi Bloomberg, nama ayah dari wakil presiden RI ke 8 itu tercantum bersama 21 tokoh internasional lainnya.
Duduknya Jokowi dalam jajaran Bloomberg New Economy menegaskan bahwa mantan Presiden Indonesia itu benar-benar dipercaya sebagai penasehat global di lembaga bergengsi tersebut.
Acara unggulan Bloomberg New Economy, yaitu New Economy Forum, akan kembali digelar di Singapura pada 19-21 November 2025 dengan tema “Thriving in an Age of Extremes”.
Forum ini menjadi wadah berkumpulnya komunitas para pemimpin global untuk membahas isu-isu strategis dunia, mulai dari ekonomi, teknologi, hingga tantangan pembangunan berkelanjutan.
Daftar Anggota Dewan Penasehat Bloomberg New Economy 2025
Sejumlah nama besar yang duduk bersama Jokowi di forum bergengsi tersebut, antara lain:
1. Michael R. Bloomberg, founder Bloomberg LP & Bloomberg Philanthropies
2. Mario Draghi, mantan Perdana Menteri Italia sekaligus mantan Presiden Bank Sentral Eropa (Co-Chair)
3. Joko Widodo, mantan Presiden ke-7 RI
4. Gan Kim Yong, Wakil Perdana Menteri & Menteri Perdagangan Singapura
5. Gina Raimondo, mantan Sekretaris Perdagangan AS
6. Strive Masiyiwa, Chairman & Founder Econet
7. David Vélez, Co-Founder & CEO Nubank
8. Jorge Paulo Lemann, Chairman Lemann Foundation
9. Dawn Fitzpatrick, CEO & CIO Soros Fund Management
10. Josephine Wapakabulo, Founder & Managing Director TIG Africa
11. Steven Rattner, Chairman & CEO Willett Advisors LLC
12. Marc Rowan, Co-Founder & CEO Apollo Global Management
13. Jing Qian, Co-Founder Pusat Analisis China, Institut Kebijakan Asia
14. David Vélez, Co-Founder & CEO Nubank
15. Gita Gopinath, Profesor Ekonomi Harvard University
16. Noubar Afeyan, Co-Founder Moderna sekaligus CEO Flagship Pioneering
17. Merit Janow, Chair of the Board Mastercard, Dean Emerita Columbia University SIPA
18. Kai-Fu Lee, CEO 01.AI sekaligus Chairman Sinovation Ventures
19. Ravi Menon, Ambassador for Climate Action, Pemerintah Singapura
20. Takeshi Niinami, mantan Chairman & CEO Suntory Holdings
21. Eyal Ofer, Chairman Ofer Global
22. Charles Phillips, managing Partner & Co-Founder Recognize
23. Suresh Prabhu, mantan Menteri Perdagangan & Industri India
Bergabungnya Jokowi dalam jajaran penasehat global Bloomberg New Economy, Indonesia kembali mendapat sorotan di kancah internasional.
Forum pada November 2025 mendatang pun menjadi momentum penting untuk menilik kontribusi nyata Jokowi di kancah internasional.
Penulis: Ayu Andayani Saputri