JOGJA - Literasi keuangan bagi generasi muda di DIY disebut mulai meningkat. Meskipun begitu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY terus mengingatkan pentingnya prinsip 2L.
"Legal dan logis (2L) yang wajib dipahami masyarakat sebelum mengambil keputusan finansial maupun berinvestasi," pesan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Eko Yunianto, dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 yang digelar di kawasan Candi Banyunibo, Sleman, Sabtu (23/8).
Diakuinya, generasi muda harus cerdas dan hati-hati dalam mengelola keuangan. Prinsipnya sederhana, lanjut dia, yakni apa yang dilakukan harus legal, dan apa yang dipilih harus logis.
"Dengan begitu, kita bisa terhindar dari jebakan investasi bodong maupun perilaku konsumtif yang berlebihan," tegas Eko.
Eko mengungkapkan, secara prinsip, literasi keuangan jadi hal yang penting untuk dipahami semua orang. Ia sendiri mengajak sekaligus berharap agar literasi dan inklusi keuangan bisa semakin disadari masyarakat.
"Semoga makin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang paham dan menerapkan inklusi keuangan dalam kehidupan sehari-hari," kata Eko.
Editor : Heru Pratomo