Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Budidaya Udang Setor PAD Rp 402 Juta, Bupati Lilis Ajak Petani Tambak Udang Belajar ke BUBK Kebumen

Muhammad Hafied • Rabu, 23 Juli 2025 | 03:02 WIB
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Dirjen Perikanan Budidaya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb Haeru Rahayu ikut panen udang vaname di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK).
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Dirjen Perikanan Budidaya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb Haeru Rahayu ikut panen udang vaname di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK).

 

 

 

KEBUMEN - Pemkab Kebumen mendapat setoran pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp 402 juta dari sektor retribusi perikanan budidaya. Dana tersebut disetorkan hanya dari satu sumber, yakni dari pengelola budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, keberadaan BUBK telah membawa dampak positif bagi daerah. Salah satunya dengan berkontribusi dari sisi pendapatan daerah.

Ia juga mendorong petani tambak udang di Kebumen dapat mengikuti jejak BUBK dalam budidaya udang. "Udangnya besar-besar. InsyaAllah ke depan petani tambak udang di Kebumen bisa belajar di sini," ucap Lilis, saat ikut panen udang jenis vaname di BUBK.

Di lokasi, Lilis berkesempatan melihat langsung tata cara budidaya udang secara profesional. Ia menaruh harapan keberadaan BUBK menjadi instrumen kekuatan baru di Kebumen. "Hasilnya luar biasa. Sekarang saya paham bagaimana bertambak dengan baik," terangnya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb Haeru Rahayu mengatakan, selain berdampak terhadap PAD, kehadiran BUBK juga mampu menekan angka pengangguran.

Sebab tidak kurang dari 95 persen mengandalkan tenaga lokal yang berasal dari warga sekitar. "Dari Januari sampai Juli, kontribusi yang harus kami bayarkan ke pemda nilainya lumayan. Rp 402 juta sekian," jelasnya.

Selain itu, Haeru menyebut BUBK di Kebumen telah menjadi percontohan dalam hal budidaya udang. Dia pun memastikan udang yang dihasilkan layak konsumsi karena tidak tercemar kimia maupun antibiotik.

"Tadi kami sudah panen. Sekarang hasil panen dibawa ke pangsa panen. Semua sesuai standar prosedur," urainya.

Adapun BUBK berada di lahan seluas 100 hektare dengan total 150 petak tambak. Dari jumlah ini diproyeksi mampu menghasilkan 40 ton hasil panen per hekatre. Tambak berbasis kawasan ini fokus pada budidaya udang jenis vaname. Di mana udang jenis ini cukup diminati pangsa pasar ekspor. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Lilis Nuryani #BUBK Kebumen #kementerian kelauan dan perikanan #Setor PAD #bupati kebumen #budidaya udang #Budidaya Udang Berbasis Kawasan