RADAR JOGJA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah tipis ke level Rp 16.329 per dolar AS pada hari ini (2/06/2025).
Melemahnya rupiah mencerminkan reaksi pasar terhadap kondisi ekonomi global dan domestik yang tengah mengalami tekanan.
Salah satu pemicu utama pelemahan rupiah adalah kontraksi sektor manufaktur Indonesia, yang tercermin dari data Purchasing Managers’ Index (PMI) bulan Mei 2025.
Merujuk pada penyediakan data pasar finansial dan infrastruktur global, Refinitiv, angka PMI turun ke 47,4, jauh di bawah ambang batas 50 yang menandakan aktivitas industri mulai melambat.
Penurunan ini mengindikasikan turunnya produksi, permintaan, dan ekspor manufaktur tiga komponen penting penggerak ekonomi nasional.
Di sisi lain, penguatan dolar AS secara global juga turut menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.
Kekuatan dolar ini didorong oleh ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi.
Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar dan pembuat kebijakan.
Bank Indonesia diperkirakan akan tetap bersikap hati-hati dan siap melakukan intervensi jika diperlukan, guna menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong kepercayaan investor.
Masyarakat dan pelaku usaha disarankan untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan fluktuasi kurs dalam waktu dekat.
Dengan memperhatikan indikator ekonomi utama dan perkembangan global, kita dapat mengambil langkah bijak dalam merespons dinamika ini. (Tri Advent Sipangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva