Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ribuan Karyawan Hotel di Yogyakarta Masih Dirumahkan, PHRI DIY Sebut Belum Ada Reservasi MICE, Meski Angka Menginap Meningkat

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 6 Mei 2025 | 00:42 WIB
Ilustrasi hotel di Kota Jogja.   (Dok Radar Jogja)
Ilustrasi hotel di Kota Jogja. (Dok Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Dampak pembukaan blokir anggaran pemerintah pusat senilai Rp 86,6 triliun belum dirasakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Padahal kebijakan tersebut dinantikan agar bisa memperbaiki pendapatan para pengusaha hotel dan restoran.

"Sampai saat ini PHRI DIY belum ada reservasi MICE atau kunjungan kerja dari kementerian ataupun pemerintah. Kami berharap itu segera dibelanjakan sampai ke daerah, supaya kami bisa bernafas lagi," ujar Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono saat dikonfirmasi, Senin (5/5).

Apabila kebijakan tersebut betul-betul dilakukan dan berdampak terhadap pariwisata secara signifikan, ia akan kembali memanggil karyawan yang saat ini dirumahkan.

Seperti diketahui sekitar 5.000 karyawan hotel dan restoran anggota PHRI DIY dirumahkan sejak Bulan Februari.

"Dirumahkan setelah kebijakan instruksi presiden (nomor 1 tahun 2025) itu, kami juga melakukan efiensi dengan mengurangi SDM dan energi," bebernya.

Karyawan tersebut dimungkinkan untuk ditarik kembali apabila kondisi perputaran uang pengusaha hotel dan restoran stabil.

Maka dari itu, PHRI DIY mendorong pemerintah agar segera membelanjakan anggaran tersebut.

"Tidak sekadar omon-omon tapi direalisasikan sampai ke daerah," tuturnya.

Khusus untuk bulan Mei, menurut data jumlah reservasi pengunjung ada peningkatan.

Itu menjadi angin segar bagi para pengusaha. Mulai Bulan April, okupansi hotel di DIY mencapai 60 persen.

"Itu di luar dugaan kami, mulai Mei reservasi sudah mencapai 50-60 persen," terangnya.

Karena tren data naik terus, ia menargetkan bulan ini reservasi hotel bisa mencapai 90 persen.

Namun tantangannya adalah adanya kebijakan dari pemerintah. Selain Inpres efiensi anggaran juga larangan study tour dari Pemda Jawa Barat.

"Kami mencari pangsa pasar yang tidak kena imbas larangan itu seperti Jawa Timur, Bali, Lampung dan sebagainya," jelasnya.

Tren peningkatan reservasi tersebut salah satu faktornya karena banyaknya hari libur pada bulan ini.

Wisatawan yang berkunjung banyak dari keluarga-keluarga yang berlibur.

"Laku ada ibu-ibu pengajian dan pondok menjadi pangsa pasar kami," tandasnya.

Lama tinggal wisatawan di hotel rata-rata maksimal dua hari. Itu merupakan tantangan tersendiri agar wisatawan dapat lebih lama menginap di DIJ. (oso)

Editor : Bahana.
#MICE #phri diy #karyawan hotel #wisata diy