KEBUMEN - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mapan Desa Karangsari berhasil tutup buku dengan pendapatan fantastis senilai Rp 1,07 miliar. Tren positif ini berhasil diraih dari berbagai jenis usaha selama periode tahun 2024.
Direktur BUMDes Mapan Sri Brimawati menyampaikan, saat ini BUMDes yang dikelola fokus berbagai jenis usaha. Meliputi minimarket, layanan transaksi perbankan, jasa pembayaran tagihan, penyewaan tenda serta perkebunan.
Dari sekian banyak jenis usaha, minimarket menjadi penyimbang pendapatan terbesar BUMDes, dengan rata-rata setiap tahun tidak kurang dari satu miliar. "Kami terus investasi untuk memperluas usaha dan sumber pendapatan," jelasnya, Senin (28/4).
Dalam laporan pertanggujawaban, BUMDes Mapan mencatat hasil pendapatan Rp 1,07 miliar, biaya operasional dan penyusutan Rp 994 juta, sedangkan sisa hasil usaha Rp 76 juta. Secara rinci dari shasil tersebut dikembalikan untuk modal 50 persen untuk modal, 21 persen PADes, 17 persen kelembagaan, dana sosial 10 persen dan penghargaan dua persen.
"Kami salurkan berdasar skema AD/ART. Semoga keberadaan BUMDes membawa manfaat bagi desa," terangnya.
Saat ini, kata Sri, BUMDes Mapan telah memiliki dua minimarket sebagai penyumbang utama PADes. Pengembangan usaha minimarket tersebut diambil dari modal atau investasi yang diraih BUMDes selama ini. "Fokus kami sekarang digitalisasi pelayanan," ungkapnya.
Sri bersyukur, berdasar hasil audit tim inspektorat daerah, kinerja BUMDes Mapan mencapai skor 90 poin. Dari aspek kemanfaatan permodalan dinilai sangat baik dengan sekor 100 poin.
Ia berkomitmen untuk terus memperbaiki dari sisi menejemen agar pengelolaan BUMDes sebagai pilar PADes lebih optimal. "Fokus utama di tahun 2025 itu efisiensi operasional dan pelayanan. Kemudian perbaikan sistem akuntabilitas," ucapnya.
Kepala Desa Karangsari Endrata mengapresiasi atas torehan pendapatan yang dihasilkan dari banyak jenis usaha yang dikelola BUMDes. Dia meminta agar pengelola tidak mengabaikan pelayanan pada setiap jenis usaha. "Kami tentu bangga. Harus lebih ditingkatkan lagi karena berdampak untuk pendapatan desa," bebernya. (fid)
Editor : Heru Pratomo