Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Melambat, Industri Jasa Keuangan DIY Stabil: Tumbuh Positif di Awal 2025, Ini Penjelasannya..

Gregorius Bramantyo • Rabu, 2 April 2025 | 16:05 WIB
ILUSTRASI.
ILUSTRASI.

JOGJA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY menyatakan industri jasa keuangan (IJK) di DIY tetap stabil di awal 2025.

Meskipun terjadi sedikit perlambatan, pertumbuhan sektor perbankan tetap positif dengan likuiditas yang memadai dan risiko yang terjaga.

Kepala OJK DIY Eko Yunianto mengungkapkan, aset perbankan di DIY pada Januari 2025 tumbuh 4,34 persen.

Namun, angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2024 yang mencapai 4,95 persen menjadi Rp 111,31 triliun.

“Dana pihak ketiga pada Januari 2025 mencapai Rp 92,79 triliun, tumbuh 3,77 persen dan mengalami penurunan pertumbuhan dari bulan Desember 2024 yang tumbuh sebesar 4,47 persen,” katanya.

Kredit dan pembiayaan perbankan di DIY pada Januari 2025 tumbuh sebesar 7,70 persen menjadi Rp 63,24 triliun.

Tiga sektor ekonomi yang tumbuh tertinggi secara year-to-date yaitu sektor listrik, gas dan air (143,09 persen); konstruksi (45,32 persen); serta pertambangan dan penggalian (38,84 persen). 

“Risiko kredit terjaga yang tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL), meskipun mengalami kenaikan dari 3,84 persen pada bulan Desember 2024 menjadi 4,08 persen pada bulan Januari 2025,” jelas Eko.

Pada Januari 2025, kredit dan pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM mencapai Rp 28,34 triliun atau tumbuh sebesar 6,34 persen dengan market share mencapai 44,81 persen dari total kredit pembiayaan perbankan.

Jumlah itu menurun dari bulan Desember 2024 (45,16 persen). 

“Rasio NPL kredit pembiayaan UMKM naik dari 5,88 persen di Desember 2024 menjadi 6,34 persen di Januari 2025,” ujar Eko.

Dia menyebut, share perbankan syariah di DIY cukup bagus dengan mencapai 12,11 persen pada Januari 2025.

Termasuk dari sisi pembiayaan juga cukup baik dengan mencapai 12,49 persen dari total pembiayaan perbankan DIY.

“Dana pihak ketiga perbankan syariah sharenya 11,59 persen, trennya semakin meningkat," ungkapnya.

Pertumbuhan perbankan yang melambat di awal tahun menjadi sebuah tren tahunan. Di mana pada akhir tahun perbankan mengejar target pertumbuhan untuk mencapai rencana bisnis bank (RBB).

"Begitu Januari di awal tahun akan kembali lagi, itu siklus," jelasnya. (tyo/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sektor umkm #Perbankan #Tumbuh Positif #Otoritas Jasa Keuangan #Industri Keuangan DIY #OJK DIY