Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waduh, Ekonomi UMKM dan Sektor Oleh-Oleh Terancam, Dampak Pembukaan Tol Prambanan-Tamanmartani secara Fungsional: Pemprov DIY Diminta Antisipasi

Fahmi Fahriza • Minggu, 30 Maret 2025 | 19:15 WIB

 

HEADSHOT: Foto Dekan FEB UMY Prof. Rizal Yaya.
HEADSHOT: Foto Dekan FEB UMY Prof. Rizal Yaya.

JOGJA - Exit Tol Prambanan-Tamanmartani yang dibuka secara fungsional pada 24 Maret memberikan dampak positif, khususnya dalam hal aksesibilitas yang lebih cepat menuju DIY.

Meskipun demikian, ada beberapa sisi negatif yang perlu diperhatikan terkait dengan pembukaan tol ini, terutama dalam aspek perekonomian.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY) Prof Rizal Yaya mengungkapkan, meskipun pembukaan tol ini memberikan manfaat dari segi kemudahan akses, ada potensi dampak negatif yang harus diantisipasi.

Salah satu dampak yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan melemahnya perekonomian di sepanjang jalur Solo-Prambanan-Yogyakarta, yang selama ini didominasi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rumah makan, serta sentra oleh-oleh.

"Walaupun belum sepenuhnya dan belum permanen dibuka, tapi saya rasa ini akan berdampak," katanya kepada Radar Jogja, Rabu (19/3/2025).

Rizal menambahkan bahwa pemerintah daerah DIY perlu mengantisipasi dampak ini.

Secara empiris, pengalaman menunjukkan bahwa perubahan pola perjalanan dapat langsung mempengaruhi perekonomian lokal, termasuk di DIY.

Rizal menilai, meskipun tingkat mobilitas barang dan kendaraan yang lebih tinggi menjadi indikator positif, dampak bagi perekonomian skala kecil juga cukup signifikan.

UMKM, rumah makan, dan sentra oleh-oleh yang biasa dilalui di sepanjang jalur Solo-Prambanan diperkirakan akan mengalami penurunan pengunjung akibat beralihnya lalu lintas ke tol.

 Baca Juga: Mengenal Arya Yudha Mahardika, Berhasil Raih Juara Lomba Mendongeng Berbahasa Prancis

“Kemungkinan besar orang-orang yang biasa spending tinggi dari luar kota, tidak akan lewat jalur biasa itu lagi, dan akan memilih menggunakan tol,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, Pemprov DIY dinilai perlu mengantisipasi dampak itu.

Secara empiris, pengalaman menunjukkan bahwa perubahan pola pejalanan dapat langsung mempengaruhi perekonomian lokal, termasuk di DIY.

 Baca Juga: Pengangguran di Sleman Bisa Ikuti Program Padat Karya, Berbayar hingga Rp 95 Ribu per Hari

Sebagai solusi, Rizal merekomendasikan beberapa skema atau upaya yang bisa dilakukan untuk memutas perekonomian UMKM tersebut.

Salah satunya, memperbanyak rest area, hingga memfasilitasi para UMKM dan oleh-oleh di kawasan tertentu yang aksesibel dilalui kendaraan dengan skala yang masif.

"Bisa juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi di area-area vital menjelang pintu tol," terangnya.

 Baca Juga: Dipastikan Bebas Lubang Jelang Lebaran, Seluruh Jalan Nasional di DIY Aman Dilewati Pemudik

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY Surya Ananta memiliki pandangan berbeda.

Ia mengaku senang dan optimistis bahwa dengan akses tol ke DIY akan meningkatkan perekonomian cukup signifikan.

"Mulai dari spending ke UMKM, belanja, hingga investasi. Itu akan cukup dimudahkan jika tol ke DIY sudah tersedia," bebernya.

 Baca Juga: Tawur Agung Proses Penyucian Alam Semesta Akan Dihadiri Gibran Rakbuming Raka

Dalam beberapa kali uji coba tol yang sudah dilakukan sebelumnya, trafik kunjungan wisatawan hingga transaksi yang dilakukan, diklaim cukup dirasakan dampak positifnya.

"Dengan akses ke DIY yang makin mudah, tingkat kunjungan makin naik. Ini memicu pergerakan dan itu sangat terasa," imbuhnya. (iza/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#secara fungsional #sentra oleh-oleh #Pemprov DIY #terancam #pelaku umkm #Exit Tol Prambanan Tamanmartani #pembukaan tol #aspek perekonomian