GUNUNGKIDUL – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul memastikan ketersediaan gas LPG melon dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Disdag Gunungkidul Kelik Yuniantoro, menjelaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan agen dan pangkalan gas untuk memastikan pasokan aman selama libur Lebaran. Menurutnya, ketersediaan gas dan harga menjelang Lebaran 2025 diperkirakan akan tetap normal. "Kami sudah melakukan pengecekan dan memantau ketersediaan gas LPG. Untuk Gunungkidul, kondisi saat ini normal, tidak ada masalah terkait pasokan gas," ujar Kelik kepada awak media, Selasa (25/3).
Kelik menyebutkan, untuk wilayah Gunungkidul, terdapat sekitar 13 agen yang mendistribusikan gas LPG, sementara jumlah pangkalan mencapai sekitar 1.100 hingga 1.200 unit yang tersebar di seluruh kapanewon. "Distribusi gas ini sangat merata di seluruh wilayah Gunungkidul, jadi tidak ada daerah yang kekurangan pasokan," tambahnya.
Kelik juga menambahkan, kebutuhan gas LPG di Gunungkidul setiap bulannya bisa mencapai 500.000 tabung. Namun, menjelang Lebaran, kebutuhan diperkirakan akan meningkat sekitar 50.000 tabung. "Jadi, total kebutuhan gas selama Lebaran nanti diperkirakan akan mencapai sekitar 550.000 tabung," ungkapnya.
Terkait dengan distribusi harian gas LPG dari Pertamina ke Gunungkidul, Kelik mengungkapkan, pasokan yang diterima setiap harinya berkisar antara 19.000 hingga 20.000 tabung. "Kami sudah meminta tambahan pasokan gas kepada Pertamina, dan mereka telah menambah sekitar 5.000 tabung untuk memastikan ketersediaan yang cukup selama periode Lebaran," jelasnya.
Selain itu, upaya-upaya untuk memastikan ketersediaan gas ini sudah dilakukan dengan monitoring secara intensif. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan agen dan pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan lancar. "Sampai saat ini, belum ada keluhan dari warga atau pangkalan terkait ketersediaan gas LPG," jelasnya. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo