Ifan Seventeen, yang dikenal dengan nama asli Riefian Fajarsyah, baru-baru ini diumumkan sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada industri perfilman.
Pelantikan Ifan ini memunculkan beragam reaksi publik, mengingat latar belakangnya yang lebih dikenal sebagai vokalis grup musik Seventeen daripada profesional di dunia perfilman.
Juru Bicara Kementerian BUMN, Putri Violla, mengonfirmasi penunjukkan Ifan sebagai Direktur Utama PFN.
"Direktur Utama PFN, betul, mendapatkan kepercayaan, jadi memang ada pengangkatan direksi," ujarnya, Rabu, (12/3).
Penunjukkan Ifan ini juga telah dikonfirmasi oleh pejabat Kementerian BUMN serta beberapa petinggi Koalisi Indonesia Maju Plus.
“Ya benar,” ketiganya mengkonfirmasi dengan singkat.
Selain dikenal sebagai vokalis band Seventeen, Ifan Seventeen juga memiliki jejak di dunia politik.
Ia merupakan pendukung setia Presiden Prabowo Subianto, yang sering kali menunjukkan kedekatannya dengan sang pemimpin.
Salah satu momen penting yang menonjol adalah saat Ifan menghadiri ulang tahun Prabowo pada 8 Januari 2025 dan memuji sosok Prabowo sebagai inspirasi.
Tidak hanya itu, Ifan juga berkolaborasi dengan ajudan Prabowo, Rizky Irmansyah, untuk menciptakan lagu bertema perjuangan yang dirilis pada 17 Oktober 2024, dengan Prabowo menjadi model dalam video klip lagu tersebut.
Namun, perjalanan Ifan di dunia politik tidak berjalan mulus.
Pada 2014, ia gagal menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Gerindra, dan pada 2019, ia kembali gagal mencalonkan diri sebagai caleg untuk dapil Kalimantan Barat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Penunjukkan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PFN memicu berbagai reaksi di masyarakat. Banyak yang merasa terkejut karena latar belakangnya seorang musisi.
Karirnya pada dunia perfilman dimulai pada 2019, ketika Ia membintangi film Sukep: The Movie, yang menjadi debutnya di dunia akting.
Pada 2020, Ifan memproduksi film dokumenter Kemarin, yang merupakan tribute bagi anggota Seventeen yang menjadi korban tsunami Selat Sunda pada 2018.
Keputusan pemerintah untuk menunjuk Ifan sebagai Direktur Utama PFN meskipun karir perfilmannya relatif singkat, didasari oleh latar belakang pendidikannya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pendidikan Ifan dinilai memberikan kapasitas yang cukup untuk menjalankan tugas-tugas manajerial di perusahaan BUMN ini.
Penulis: Abel Alma Putri
Editor : Bahana.