Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Untuk Ramadan dan Lebaran, Bank Indonesia DIY Siapkan Uang Tunai Rp 4,61 Triliun, Bisa Tukar di Masjid

Gregorius Bramantyo • Kamis, 6 Maret 2025 | 14:50 WIB
Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY saat merilis kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri 2025 dengan tema
Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY saat merilis kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri 2025 dengan tema

 

 

 JOGJA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIJ menyiapkan uang tunai sebesar Rp 4,61 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2025. Secara nasional, BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 180,9 triliun.


Kepala Perwakilan BI DIJ Ibrahim mengatakan, langkah tersebut penting untuk memastikan ketersediaan uang sebagai alat pembayaran. Sebab, uang merupakan nadi perekonomian di semua daerah, termasuk DIJ. Selain menjaga stabilitas sistem keuangan, moneter dan makroprudensial, BI juga memiliki fungsi untuk mencetak, menarik, mengedarkan, dan memusnahkan uang.

“Kami pastikan ketersediaan dan kecukupan rupiah, termasuk pecahannya, nominalnya, denominasinya, maupun kualitasnya,” kata Ibrahim dalam acara Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2025, Rabu (5/3).

Dia menjelaskan, untuk memastikan rupiah didistribusikan dengan baik, BI DIJ bekerja sama dengan 34 perbankan di DIY. “Ada empat metode distribusi atau penukaran uang selama ramadan dan Idul Fitri 2025, yaitu terpadu, retail, tematik, dan loket,” jelasnya.

Metode terpadu dilakukan bersama sembilan perbankan. Sembilan bank tersebut akan membuka layanan penukaran terpadu di dua lokasi yaitu Lapangan Denggung, Sleman pada 18 Maret 2025 dan Alun-Alun Pura Pakualaman, Kota Jogja pada 19 dan 20 Maret 2025.

Baca Juga: Bantul Tak Butuh Koperasi Desa, sebab Ada BUMKal di 75 Kalurahan, Berfungsi Menyerap Hasil Tani

Untuk metode retail, BI akan membuka layanan kas keliling dengan sistem jemput bola pada 6-13 Maret 2025. Ada enam tempat ibadah yang menjadi sasaran, yaitu Masjid Jogokariyan, Masjid Gede Kauman, Masjid Agung Sleman, Masjid Agung Bantul, Masjid Agung Wonosari, dan Masjid Agung Wates.

Untuk metode tematik, BI menghadirkan penukaran uang di titik keramaian, yaitu di pasar ramadan di Kabupaten Sleman dan Stasiun Tugu. Sementara pada metode loket, masyarakat dapat melakukan penukaran uang melalui 34 kantor bank di DIJ pada 17-26 Maret 2025.

Baca Juga: Dies Natalies ke-79, FK-KMK UGM Komitmen Hasilkan Lulusan yang Inovatif, Adaptif, dan Jadi Pelopor

Besarnya paket penukaran uang setiap orang sebesar Rp 4,3 juta. Rinciannya adalah uang pecahan Rp 50.000 sebanyak 30 lembar, Rp 20.000 sebanyak 25 lembar, Rp 10.000 sebanyak 100 lembar, Rp 5.000 sebanyak 200 lembar, Rp 2.000 sebanyak 100 lembar, dan Rp 1.000 sebanyak 100 lembar.

“Uang layak edar selama SERAMBI 2025 DIJ Rp 4,61 triliun. Dari perkiraan yang kami himpun dari perbankan di DIJ dan direkap, nasional menyiapkan uang layak edar Rp 180,9 triliun," ujar Ibrahim. (tyo/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#BI #bank indonesia #kantor perwakilan #masjid #penukaran uang