Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Melonjak Signifikan, Harga Cabai di Kabupaten Kebumen Naik Dua Kali Lipat

Muhammad Hafied • Selasa, 4 Maret 2025 | 14:35 WIB

 

TERSEDIA: Pedagang di Pasar Tumenggungan menjajakan berbagai kebutuhan bumbu dapur.
TERSEDIA: Pedagang di Pasar Tumenggungan menjajakan berbagai kebutuhan bumbu dapur.

KEBUMEN - Memasuki pekan pertama Ramadan 1446 H, sejumlah komoditas mengalami lonjakan cukup signifikan. Terutama komoditas cabai yang kini dibanderol harga mencapai Rp 70 ribu. Padahal sebelum memasuki Ramadan, harga cabai berkisar Rp 40 ribu per kilogram.

Seperti di Pasar Tumenggungan, Kebumen, kenaikan cabai merah keriting naik nyaris dua kali lipat. Sedangkan jenis cabai rawit merah semula Rp 45 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai ini telah berlangsung jelang Ramadan.

Lonjakan harga ini diduga akibat minimnya pasokan barang yang tak sesuai permintaan pasar. Pedagang mengaku tak bisa berbuat banyak karena harga di tingkat pengepul sudah tinggi. "Cabai merah keriting itu hampir Rp 80 ribu. Mungkin masih bisa naik, tergantung stok barang," ungkap pedagang bumbu dapur Pujiati Senin (3/3).

Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Seperti bawang merah, dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu. Bawang putih dari Rp 40 ribu menjadi 43 ribu per kilogram. Adapun untuk komoditas lain seperti daging ayam ras, daging sapi, telur, minyak goreng curah maupun kemasan terpantau masih stabil. "Per hari naik terus. Saya juga ikut bingung. Pelanggan protes harga gila-gilaan," keluhnya.

Pujiati mengatakan, kenaikan harga bisa dikatakan menjadi sebuah tradisi setiap Ramadan dan jelang Idul Fitri. Kondisi ini terus terjadi dari tahun ke tahun akibat tingginya permintaan. "Mungkin harga masih bisa naik terus kalau barangnya sedikit," bebernya.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith menyampaikan, pihaknya telah melakukan pantauan seiring terjadinya fenomena lonjakan harga bahan pangan. Selama Ramadan, kata Eka, Polres Kebumen akan ikut terlibat aktif untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan bahan pangan.

Polres Kebumen juga telah berkoordinasi dengan Disperindag KUKM Kebumen dan UPTD Pasar Tumenggungan untuk melakukan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.

"Pemantauan ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah pasokan sembako mencukupi untuk kebutuhan masyarakat," ucapnya. (fid/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#lonjakan harga #cabai #kebumen #Pasar Tumenggungan #Bumbu Dapur #Stok Barang #fenomena #Polres Kebumen #tradisi #harga #ramadan #pasokan #komoditas