JOGJA - Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi DIJ di 2025 terus menguat. Dengan proyeksi pertumbuhan di angka lima persen hingga 5,1 persen, berbagai pembangunan strategis seperti proyek jalan tol Jogjakarta diyakini menjadi motor penggerak utama.
“Jalan tol tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tapi juga membuka akses ekonomi yang lebih luas, terutama di sektor pariwisata dan pendidikan yang menjadi andalan DIY,” kata seorang analis ekonomi Widarta, SE pada Rabu (1/1/2025).
Baca Juga: Peparda 2025 Kemungkinan Mundur Oktober, NPCI DIY Usulkan Ada 16 Cabor yang Dipertandingkan
Pembangunan tersebut juga berdampak pada wilayah perbatasan seperti Jogja barat, yang berbatasan langsung dengan Purworejo, Jawa Tengah. Akses jalan yang lebih baik membuat wilayah pedesaan mulai merasakan manfaat ekonomi.
"Baik manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata maupun perdagangan,” ujarnya.
Di sisi lain, kebijakan nasional seperti penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen sempat menjadi perhatian. Namun, revisi kebijakan memastikan bahwa hanya kelompok tertentu yang terdampak.
Baca Juga: Fokus Kembangkan SDM, Belanja Pendidikan di DIY pada 2024 Capai Rp 2,11 Triliun
“Dampaknya tidak terlalu signifikan ke masyarakat umum, apalagi pemerintah sudah menyiapkan stimulus untuk menjaga daya beli,” ucap ekonom Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY).
Tak hanya faktor lokal dan nasional, ekonomi DIY juga dipengaruhi kondisi global. Terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat menjadi salah satu variabel yang memengaruhi perekonomian dunia. Meski begitu, pengaruhnya terhadap DIY diprediksi tidak terlalu besar.
Baca Juga: Kunjungan Mal di DIY Meningkat 300 Persen, Efek Kemudahan Akses dan Promo Diskon selama Libur Nataru
“Kalau proyek-proyek infrastruktur bisa selesai sesuai jadwal, saya optimis pertumbuhan ekonomi DIY bisa tembus hingga 6 persen,” ungkapnya.
Dengan potensi besar di sektor pariwisata, pendidikan, dan konektivitas yang terus membaik, pihaknya optimis DIY tetap menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling stabil di Indonesia. (gun)
Editor : Heru Pratomo