RADAR JOGJA - Tupperware, merek terkenal asal Massachusetts yang dikenal dengan wadah plastik kedap udara, kini berhasil menghindari ancaman kebangkrutan setelah hakim pengadilan Amerika Serikat menyetujui kesepakatan penyelamatan perusahaan.
Kesepakatan ini memungkinkan Tupperware untuk menjual nama merek dan aset utamanya kepada sekelompok pemberi pinjaman dengan total nilai sekitar US$86,5 juta atau sekitar Rp 1,36 triliun.
Menurut pengacara Tupperware, Spencer Winters, perjanjian ini merupakan hasil yang sangat memuaskan.
"Ini adalah situasi yang memerlukan resolusi global yang komprehensif," ungkapnya dalam sidang di Pengadilan Kepailitan AS.
Dengan kesepakatan ini, diharapkan Tupperware dapat menjaga bisnis, hubungan dengan pelanggan, dan mempertahankan lapangan kerja untuk karyawannya.
Dalam kesepakatan tersebut, Tupperware akan beroperasi sebagai perusahaan swasta di bawah pengelolaan kelompok pemberi pinjaman, termasuk manajer dana lindung nilai seperti Stonehill Capital Management dan Alden Global Capital.
Langkah ini akan membawa Tupperware keluar dari bursa saham, memberi perusahaan keleluasaan untuk beroperasi tanpa tekanan dari pasar publik.
Didirikan pada tahun 1946 oleh ahli kimia Earl Tupper, merek ini meraih popularitas berkat "pesta Tupperware", yang memberikan banyak wanita kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui penjualan langsung kepada teman dan tetangga.
Namun, seiring berjalannya waktu, Tupperware menghadapi tantangan dari pesaing baru seperti Rubbermaid dan OXO, serta pergeseran preferensi konsumen yang lebih memilih wadah kaca.
Meskipun pandemi memberikan sedikit dorongan penjualan, Tupperware tidak dapat mengatasi beban utang yang menumpuk.
Dengan utang lebih dari US$1,2 miliar, perusahaan terpaksa mengajukan kebangkrutan pada September 2023.
Baca Juga: Bahaya! Begini risiko begadang hingga larut malam secara terus menerus
Kesepakatan penyelamatan ini memberi Tupperware kesempatan untuk beradaptasi dan berinovasi.
Dengan dukungan dari pemberi pinjaman, perusahaan diharapkan dapat mengembangkan produk baru dan memperkuat kembali pangsa pasarnya.
Ini adalah momen penting bagi Tupperware untuk membangun kembali citranya dan menghadapi tantangan di industri yang terus berkembang.
Dengan langkah-langkah yang tepat dan strategi yang inovatif, Tupperware memiliki peluang untuk kembali menjadi pemimpin di pasar produk rumah tangga dan menghidupkan kembali warisan yang telah dibangunnya selama lebih dari tujuh dekade. (Martinus Jonathan Nainggolan)
Editor : Meitika Candra Lantiva