MAGELANG - Kegiatan kepresidenan di Magelang membawa berkah bagi sejumlah sektor. Tak terkecuali pelaku usaha katering seperti Endah Cake & Bakery. Mereka mendapat pesanan dari Pemprov Jateng, Akademi Militer (Akmil), hingga Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Jumlahnya pun bervariasi, mulai dari 100 boks hingga 1.000 boks.
Saat Radar Jogja mengunjungi industri rumahan tersebut, menguar aroma masakan yang menggoda selera. Ratusan boks putih tertata rapi memenuhi meja yang disediakan. Banyak pula pekerja yang sibuk dengan berbagai kegiatan. Ada yang memasak, membungkus nasi, hingga menata lauk pauk ke dalam boks.
Pemilik Endah Cake & Bakery Rudy Setiabudhi bersyukur, pesanan nasi boks kali ini meningkat sekitar 50 persen dari hari biasa. Sebab, ia memperoleh pesanan nasi boks dari Pemprov Jateng, Akmil, hingga Setwapres.
"Kemarin (Rabu, Red) dari provinsi pesan 1.000 boks. Kalau hari ini, (pesanan dari provinsi) 500 boks. Itu pesannya selama lima hari. Setwapres pesan 110 boks dan Akmil 70 boks," terangnya, Kamis (24/10).
Pesanan itu, kata dia, datang sejak satu minggu yang lalu. Namun, menu dan jumlah pesanan belum pasti. Rudy juga sempat memberikan sampel menu agar mereka leluasa untuk memilihnya. Begitu sepakat, mereka akan membuat pesanan sesuai dengan permintaan dari pemesan. Menu dan harganya pun bervariasi. Untuk nasi boks, mulai dari Rp 20 ribu - Rp 55 ribu.
Rudy mengaku, sempat kewalahan dengan banyaknya pesanan tersebut. Belum lagi, mereka juga menerima pesanan dari pihak lain yang biasa memesan snack atau nasi boks kepadanya. "Mungkin (pesanan membludak) tidak hanya saya saja. Yang lain juga kecipratan berkah (dari agenda kepresidenan di Magelang). Tapi tidak hanya nasi boks saja, ada buah juga," lontarnya.
Baca Juga: PSS Sleman Dihadapkan dengan Konsistensi, Minggu Menjamu Persita Tangerang di Stadion Manahan
Baca Juga: Wakil Presiden Gibran Naik Mobil Indonesia 2, Hampiri Siswa Sebelum Masuk Akmil
Usaha yang dirintis yang istri, Endah Wardani itu sudah berjalan lebih dari 25 tahun dan mengikuti perkembangan pasar. Setiap harinya, mereka dibantu oleh empat pekerja untuk memasak.
Namun, karena beberapa hari pesanan membludak sehingga jumlah pekerjanya ditambah empat orang, menjadi delapan orang. Ditambah dengan pekerja untuk mengemas nasi boks delapan orang.
Endah mengaku senang dan bangga karena mendapat pesanan dari agenda kepresidenan. Bahkan, dalam kondisi sakit dan lelah pun, mereka tetap semangat untuk membuat pesanan tersebut. Menurutnya, kesempatan itu tidak datang dua kali.
"Tapi, pesanan juga datang dari instansi lain. Bukan hanya untuk kegiatan kepresidenan," katanya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo