Branch Manager Alfamart Sudarman menerangkan, pendampingan ini dilakukan dengan dua kegiatan.
Pertama, kurasi produk UMKM untuk nantinya dijual di cabang Alfamart. Kedua, workshop pendampingan manajemen ritel.
"Kerja sama ini sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah setempat. Harapannya bisa membantu memasarkan produk UMKM di Sleman," terangnya.
Sudarman menjelaskan, Alfamart sangat terbuka bagi produk lokal yang ingin memasarkan kreasinya.
Meski demikian, produk harus melalui proses seleksi. Baik itu terkait rasa, standar kemasan, hingga legalitas.
Nantinya produk-produk UMKM ini akan diberikan rak khusus di bagian paling depan gerai Alfamart.
Dengan demikian, diharapkan konsumen yang datang bisa langsung mengetahui dan tertarik untuk membelinya.
Sementara untuk manajemen ritel, Sudarman menerangkan bahwa ini bertujuan agar produk UMKM bisa dipasarkan pada media online dan usahanya semakin berkembang.
Dia mengaku, Alfamart telah lama berkomitmen untuk memberikan pelatihan semacam ini baik secara daring maupun luring.
Sudarman menegaskan, visi perusahaan adalah menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil.
"Para pelaku UMKM kami beri wawasan tentang cara memasarkan produknya agar bisa bersaing dengan kompetitor," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembinaan dan Pengembangan Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Yantini menerangkan, awalnya ada 127 UMKM yang mendaftar program ini. Namun, setelah diseleksi menjadi 50 UMKM saja.
"Harapan kami produk UMKM Sleman bisa dipasarkan di toko swalayan. Jadi bisa meningkatkan pangsa pasar dan kesejahteraan," katanya. (del)
Editor : Bahana.