JOGJA – Pemerintah Kota Jogja sukses menyabet penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2024 Kategori Utama atas keberhasilannya memberikan jaminan kesehatan pada warga Kota Yogyakarta.
UHC merupakan kondisi dimana minimal 95 persen penduduk di satu wilayah telah terdaftar dalam Program JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.
Penyerahan penghargaan dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin di Taman Mini Indonesia Indah pada 8 Agustus lalu.
Capaian ini merupakan simbol keberhasilan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi warga, sekaligus gambaran akses layanan kesehatan kini terbuka lebar bagi masyarakat Kota Yogyakarta tanpa terbebani besarnya biaya.
Kategori utama berhasil diraih dengan kriteria capaian cakupan lebih dari 98 persen dan tingkat keaktifan kepesertaan di atas 80 persen.
Data per 1 Agustus 2024 menunjukkan, 100 persen warga Kota Yogyakarta telah terdaftar dalam Program JKN dan 89,30 persen dalam kondisi aktif.
Pj Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto memberikan apresiasi atas diterimanya penghargaan UHC Awards 2024 untuk Kategori Utama.
Menurutnya, capaian ini berkat kerja sama yang kompak, antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.
"Angka capaiannya sudah luar biasa, 100 persen masyarakat sudah terjamin kesehatannya. Ini pertanda bahwa layanan JKN sudah luar biasa terlaksana di Kota Yogyakarta,” beber Pj Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/8/2024).
Sugeng berharap, capaian ini dapat dipertahankan bersama.
Kolaborasi harmonis akan terus dieratkan untuk mengawal keberlangsungan UHC di Kota Yogyakarta.
Menurut Sugeng, pada dasarnya pelayanan kepada masyarakat dari hari ke hari dan tahun ke tahun harus mengalami peningkatan.
Mengelola jaminan kesehatan bagi ratusan ribu jiwa penduduk Kota Yogyakarta bukanlah tugas yang mudah, mengingat ekosistem JKN yang kompleks dan ekspektasi masyarakat yang terus meningkat.
“Peningkatan tersebut menuntut pada kinerja kita bersama untuk kepentingan masyarakat. Kita juga harus bahu membahu antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih sempurna pada masyarakat,” tegas Sugeng.
Dalam kesempatan yang sama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta M Idar Aries Munandar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Yogyakarta beserta jajaran.
Program JKN di Kota Yogyakarta di nilai sukses.
“Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kami atas komitmen dari Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mendaftarkan penduduknya pada Program JKN. Tidak hanya tentang jumlah kepesertaan, namun juga memastikan setiap penduduk mampu mengakses layanan kesehatan,” kata Nandar.
BPJS Kesehatan juga terus bergerak untuk meningkatkan kepuasan peserta JKN. Beragam inovasi dan kemudahan akses diperluas agar manfaat Program JKN semakin terasa.
Nandar mengatakan, tidak hanya tentang capaian, BPJS Kesehatan juga menyiapkan banyak inovasi dan kemudahan agar kepuasan peserta JKN semakin meningkat.
Di antaranya, penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai salah satu identitas resmi peserta JKN untuk berobat serta antrean online yang terintegrasi Aplikasi Mobile JKN.
"Harapan kami, Program JKN dapat mendukung kualitas hidup masyarakat Kota Yogyakarta ke arah yang lebih baik,” harap Nandar.
Untuk memastikan akses layanan kesehatan tersebut, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 60 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 15 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di wilayah Kota Yogyakarta.
Editor : Meitika Candra Lantiva