Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Melambat, Ekonomi DIY Tetap Tumbuh di Triwulan II 2024, Didukung Peningkatan Mobilitas dan Daya Beli Masyarakat

Gregorius Bramantyo • Kamis, 8 Agustus 2024 | 05:30 WIB

 

Kepala BPS DIY Herum Fajarwati. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
Kepala BPS DIY Herum Fajarwati. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan II 2024 tumbuh 4,95 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Secara triwulan, ekonomi DIY tumbuh 0,84 persen dibandingkan triwulan I 2024.


Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan, pada triwulan II 2024 ini, pertumbuhan ekonomi DIY sedikit lebih lambat ketimbang triwulan I 2024 yang tumbuh 0,93 persen dan triwulan II 2023 yang tumbuh 0,92 persen. Sementara secara yoy, pertumbuhan sedikit melambat dibandingkan triwulan I 2024 yang mampu tumbuh 5,04 persen.


Kemudian jika dibandingkan dengan triwulan II 2023 juga melambat. Sebab pada triwulan II mampu tumbuh 5,17 persen. “Pertumbuhan ekonomi DIY triwulan II 2024 tumbuh 4,95 persen, memang sedikit lebih rendah dibandingkan nasional yang tumbuh 5,05 persen," jelasnya, Rabu (7/8).


Tumbuhnya perekonomian di triwulan II ini didukung peningkatan kinerja seluruh lapangan usaha yang tertinggi. Yaitu lapangan usaha pengadaan listrik, gas, dan air, serta jasa keuangan dan konstruksi. Momen libur sekolah dan Hari Raya Idul Adha meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan maupun pemudik di wilayah DIY. Bahkan jumlah pemudik tercatat mencapai angka tertinggi pasca pandemi. “Hal ini berpotensi secara signifikan untuk meningkatkan kebutuhan akan listrik," ujar Herum.

Ia menyampaikan, perekonomian DIY tumbuh seiring peningkatan mobilitas penduduk terkait pariwisata dan hari besar keagamaan nasional. Serta libur sekolah yang terjadi selama triwulan II 2024. Kemudian meningkatnya daya beli masyarakat yang tidak lepas dari adanya pemberian gaji ke-13 bagi ASN/TNI/Polri dan pensiunan pada triwulan II-2024.


Selain mobilitas masyarakat, faktor pendukung pertumbuhan ekonomi triwulan II 2024 adalah meningkatnya daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat mengalami peningkatan dari adanya pemberian gaji ke-13 bagi ASN/TNI/Polri dan pensiunan. Juga dipengaruhi tumbuhnya nilai impor barang konsumsi sebesar 5,42 persen (yoy) dan belanja pegawai pemerintah daerah yang tumbuh sebesar 7,74 persen (yoy).


Menurut lapangan usaha, struktur pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan II ditopang oleh industri dengan andil 11,87 persen, pertanian dengan andil 10,72 persen, akomodasi dan makan minum dengan andil 10,37 persen, infokom dengan andil 9,68 persen, dan konstruksi dengan andil 9,01 persen. Lima struktur lapangan usaha tersebut telah menyumbang 51,65 persen terhadap perekonomian DIY. Semua lapangan usaha tumbuh positif pada triwulan II (yoy).

“Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah listrik dan gas yang tumbuh 13,32 persen, jasa keuangan tumbuh 9,08 persen, dan konstruksi tumbuh 8,50 persen,” kata Herum. (tyo/din)

 

Editor : Satria Pradika
#Pertumbuhan Ekonomi DIY #bps #triwulan