Pemberdayaan itu dilakukan di Dusun Tinjon, Madurejo, merupakan sebuah destinasi wisata dan studio Alam yang dikelola oleh warga tinjon, Kabupaten Sleman Yogyakarta, Minggu, 14 Juli 2024.
Deputy Branch Manager Alfamart, Sugiharto, mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk mengubah cara pandang masyarakat terutama ibu rumah tangga terhadap sampah.
Kini sampah dapat memberi manfaat, masyarakat tidak perlu lagi membeli pupuk untuk tanaman dan mereka dapat membuatnya sendiri dirumah dengan memanfaatkan sampah dapur.
Tampak puluhan warga antusias mengikuti kegiatan ini.
"Para peserta diajarkan tentang konsep 3R, yaitu Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Ulang), dan Recycle (Mendaur Ulang). Konsep 3R ini menjadi fokus utama dalam pelatihan, dengan tujuan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan meningkatkan pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan," Tambah Sugiharto.
Dusun Ledok Tinjon adalah salah satu kampung binaan Alfamart dalam Program Kampung Alfamart Sahabat Bumi.
Program CSR berkelanjutan dari Alfamart di bidang lingkungan, yakni dengan memberdayakan kampung yang berorientasi kepada kelestarian lingkungan.
"Momentum ini, Alfamart ingin memberikan langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan keberlanjutan di wilayah ini. Program ini merupakan wujud Sustainability Program Kampung Alfamart Sahabat Bumi yang memiliki prinsip Environmental, Social and Governance (ESG)," ucap Sugiharto.
Alfamart mengajak kerja sama dengan berbagai Komunitas Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampus UGM.
Mereka menyambut baik ajakan Alfamart tersebut.
“Kami tentu terbuka dan senang bisa bekerja sama dengan Alfamart karena selama satu tahun penuh ke depan akan ada banyak pemberdayaan yang bisa kami lakukan demi kampung kita ini, “ jelas Agus Triyanto, Pengelola Pring Ledok Dusun Tinjon, Madurejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Dengan adanya dukungan dari Alfamart diharapkan hasil nyata dari kampung yang sadar lingkungan serta mandiri akan dirasakan manfaat positifnya oleh warga setempat.
Editor : Bahana.