Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penggunaan QRIS sebagai Wujud Perbankan Yang Tangkas di Era Digital

Bahana. • Kamis, 6 Juni 2024 | 04:03 WIB

Photo
Photo

Nova Pratami Nungki Wijayanti* (Mahasiswa MM UPN Veteran Yogyakarta)

Purbudi Wahyuni ** (Tenaga Pengajar MM UPN Veteran Yogyakarta)

*nova_wijayanti@outlook.com

**purbudi.wahyuni@upnyk.ac.id (Co-Author)

Era digital telah merubah pola perilaku masyarakat, kecepatan kemudahan layanan semakin menjadi tuntutan. Suatu organisasi yang ingin tetap survive diperlukan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan tersebut atau dikenal dengan ketangkasan organisasi/organization egility.

Kemampuan adaptasi tercermin dalam kemampuan organisasi atau perusahaan untuk mengintegrasikan, membangun, dan mengkonfigurasi kembali kompetensi internal dan eksternal, hal ini dikenal dengan TeoriDynamic Capabilities oleh Teece, Pisano, dan Shuen (1997).

Kemampuan mengembangkan inovasi untuk mempertahankan daya saing dalam lingkungan bisnis yang selalu berubah. Salah satunya di dunia perbankan, dimana perbankan telah menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

Saat ini, masyarakat semakin jarang membawa uang tunai dan lebih memilih metode pembayaran digital. Tuntutan ini harus segera disikapi oleh sektor perbankan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin kompleks dan selalu berubah-ubah. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah salah satu inovasi yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan ketangkasan organisasi.

QRIS adalah sebuah sistem pembayaran elektronik yang memungkinkan transaksi dilakukan dengan menggunakan kode QR (Quick Response) yang dapat dibaca oleh mesin pemindai. Transaksi keuangan digital adalah salah satu bentuk inovasi yang menciptakan diferensiasi kompetitif dalam industri perbankan.

Saat ini salah satu sektor yang paling dipengaruhi oleh perkembangan QRIS adalah orgaisasi perbankan. Banyak bank telah mengintegrasikan teknologi QRIS ke dalam aplikasi perbankan, hal ini memungkinkan untuk melakukan transaksi secara langsung dari telepon selular nasabahnya.

Photo
Photo
 

Tidak hanya akan mengubah cara nasabah dalam berinteraksi dengan bank, tetapi juga akan membuka peluang baru untuk berinovasi pada produk dan layanan perbankan. Penggunaan QRIS telah diatur oleh Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/6/PBI/2018 tentang Sistem Pembayaran.

Melalui peraturan ini, Bank Indonesia memastikan bahwa QRIS dapat diterapkan secara luas dan terdapat standar yang jelas dalam penggunaannya. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan dari Bank Indonesia atas pengembangan teknologi dan inovasi di sektor perbankan.

Bank Indonesia merancang QRIS untuk mengintegrasikan berbagai penyedia layanan pembayaran melalui satu standar kode QR, memungkinkan transaksi yang lebih cepat, aman, dan efisien.

Implementasi QRIS mencerminkan ketangkasan organisasi di sektor perbankan dalam merespons perubahan teknologi dan kebutuhan konsumen. Sejak diluncurkan pada Agustus 2019, QRIS telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Menurut data dari Bank Indonesia, jumlah merchant yang menggunakan QRIS meningkat dari 1,7 juta pada akhir tahun 2019 menjadi 12 juta pada Desember 2021 atau meningkat 700%. Transaksi menggunakan QRIS juga meningkat drastis, dari hanya 0,9 juta transaksi pada akhir tahun 2019 menjadi lebih dari 144 juta transaksi pada tahun 2021 atau meningkat 1400%.

Nilai transaksi QRIS pada Kuartal I tahun 2024 mencapai Rp 1.061 triliun artinya mampu bertumbuh 40,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah pedagang yang menggunakan QRIS juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan, mencapai 28,7 juta pada Maret 2024, tumbuh 23,31% dibandingkan Maret 2023.

Keunggulan utama QRIS adalah kemudahan akses dalam bertransaksi, dengan menggunakan telepon selular yang hampir dimiliki oleh semua orang, siapapun dapat mengakses layanan keuangan digital tanpa perlu membawa uang tunai atau kartu fisik.

Hal ini sangat menguntungkan bagi masyarakat dalam mempercepat proses transaksi dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pembayaran. Cukup dengan satu pemindaian kode QR, pembayaran dapat segera diproses tanpa perlu menunggu lama. Hal ini meningkatkan efisiensi operasional bagi pelaku usaha dan mempercepat layanan bagi konsumen.

Penggunaan QRIS mampu mencegah peredaran uang palsu, dimana uang palsu merupakan salah satu masalah serius terutama dalam sektor keuangan.

Uang palsu dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi perekonomian dan juga merugikan masyarakat. Adanya QRIS, transaksi pembayaran akan dilakukan secara elektronik, sehingga uang yang digunakan adalah uang yang sudah diverifikasi dan dijamin keasliannya oleh bank.

Selain itu, QRIS juga dapat menghindarkan kebutuhan akan uang kembalian atau uang kecil dalam proses transaksi. Pada sistem pembayaran tradisional, seringkali terjadi masalah saat kita harus membayar menggunakan uang yang nominalnya lebih besar dari harga barang atau jasa yang kita beli. Hal ini sering kali menyulitkan dan menyebabkan kerugian bagi penjual maupun pembeli.

Contohnya, jika harus membayar sebesar Rp 20.000,- untuk membeli suatu produk yang harganya sebesar Rp 17.400,- maka akan kesulitan mendapatkan uang kembalian yang tepat.

Namun dengan QRIS, transaksi pembayaran dilakukan secara digital dan otomatis, sehingga tidak akan ada masalah dengan uang kembalian yang kurang tepat. Selain dua manfaat yang sudah disebutkan, QRIS juga memiliki banyak manfaat lain.

Dengan menggunakan QRIS, proses pembayaran akan lebih cepat dan mudah, karena tidak perlu lagi menghitung uang secara manual dan menunggu uang kembalian. Selain itu, QRIS juga memungkinkan transaksi tanpa uang tunai, sehingga mengurangi risiko kehilangan uang atau kemungkinan terpapar virus dan bakteri yang mungkin terdapat pada uang kertas ataupun logam.

Pemakaian QRIS menunjukkan bahwa QRIS adalah sebuah sistem pembayaran yang dianggap aman, andal, dan memiliki prospek yang cerah untuk digunakan di masa mendatang. Hal ini tentu akan sangat memudahkan bagi pelaku bisnis maupun konsumen.

Penggunaan QRIS telah membawa transformasi positif dalam sistem pembayaran di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi keuangan, dan pelaku usaha diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penggunaan QRIS demi mewujudkan keuangan digital yang inklusif dan inovatif.

Dengan terus mendorong inovasi dan memperbaiki infrastruktur, ekosistem keuangan digital dapat memberdayakan masyarakat, meningkatkan efisiensi bisnis, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi dunia usaha, QRIS meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko penipuan dan kebocoran informasi keuangan, serta mendorong ekonomi digital dengan meningkatkan transaksi non-tunai.

Di sisi lain, konsumen menikmati kemudahan pembayaran digital yang cepat dan aman, sehingga berkontribusi pada pengalaman berbelanja yang lancar. Selain itu, pemilik bisnis dapat memanfaatkan QRIS untuk menerima insentif seperti cashback 50% dengan jumlah transaksi minimum.

Secara keseluruhan, penerapan QRIS secara luas menandakan sebuah langkah signifikan menuju era keuangan digital yang lebih efisien, aman, dan inklusif di Indonesia.

Meskipun QRIS menawarkan banyak manfaat, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Tantangan utama adalah tingkat literasi digital yang masih rendah di beberapa wilayah. Investasi untuk pelatihan dan pendidikan mengenai penggunaan teknologi keuangan diperlukan.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan edukasi yang efektif tentang QRIS. Hal ini dapat dilakukan melalui kampanye di media sosial, workshop, atau kegiatan edukasi lainnya. Edukasi yang tepat akan membantu masyarakat memahami manfaat QRIS, seperti kemudahan dan kecepatan dalam melakukan transaksi, serta keamanan yang dijamin oleh Bank Indonesia.

Penggunaan QRIS tidak hanya bergantung pada minat masyarakat, tapi juga pada kesediaan pedagang untuk menerima pembayaran melalui QRIS. Oleh karena itu, perlu adanya motivasi bagi pedagang untuk mengadopsi QRIS. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan insentif atau diskon khusus bagi pedagang yang menerima pembayaran melalui QRIS. Dengan semakin banyak pedagang yang menggunakan QRIS, akan semakin mudah bagi masyarakat untuk menggunakan sistem ini.

Upaya lain yang juga penting yaitu meningkatkan infrastruktur teknologi dan konektivitas internet di seluruh Indonesia agar mampu menjangkau di daerah terpencil. Selian itu juga memperkuat penggunaan QRIS, dengan melibatkan pihak-pihak terkait seperti bank, operator telekomunikasi, dan aplikasi pembayaran.

Kolaborasi ini dapat dilakukan dalam bentuk promosi bersama atau program-program lain yang dapat memperkenalkan dan memudahkan masyarakat untuk menggunakan QRIS. Dengan adanya kerjasama antar instansi, diharapkan akan semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan dan memperluas cakupan penggunaan QRIS.

Pada saat ini, penggunaan QRIS masih terbatas pada penggunaan aplikasi tertentu atau hanya dapat dilakukan di lokasi tertentu. Untuk meningkatkan penggunaan QRIS, perlu ada upaya untuk memudahkan akses dan penggunaan sistem ini. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengintegrasikan QRIS dengan berbagai aplikasi dan platform yang sudah digunakan oleh masyarakat, seperti e-wallet atau aplikasi belanja online.

Keberhasilan penggunaan QRIS, juga diperlukan adanya monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap penggunaan QRIS. Hal ini dapat dilakukan oleh pihak-pihak terkait, seperti bank atau operator telekomunikasi, untuk melihat perkembangan penggunaan dan mengevaluasi strategi yang telah dilakukan.

Dengan adanya evaluasi, diharapkan akan terus ada peningkatan dan perbaikan dalam penggunaan QRIS. Penggunaan QRIS tidak hanya akan memudahkan transaksi, tapi juga mendukung gerakan menuju masyarakat yang lebih digital dan cashless.

Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama dan upaya yang terus menerus untuk memperkenalkan dan memperluas penggunaan QRIS di Indonesia. Dengan semangat dan kolaborasi yang baik, diharapkan QRIS dapat menjadi pilihan utama dalam sistem pembayaran elektronik di Indonesia.

Penggunaan QRIS merupakan contoh nyata bagaimana ketangkasan organisasi di sektor perbankan dapat mendorong inovasi yang signifikan. Pengintegrasian di berbagai layanan pembayaran ke dalam satu standar, QRIS tidak hanya mempermudah transaksi bagi konsumen dan merchant tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional bagi bank dan penyedia jasa keuangan.

Data yang menunjukkan peningkatan penggunaan QRIS dari tahun ke tahun mencerminkan keberhasilan dan penerimaan luas dari inovasi ini. QRIS adalah langkah maju yang penting dalam digitalisasi sektor keuangan Indonesia, membawa manfaat yang luas bagi seluruh ekosistem. Dengan demikian, organisasi perbankan yang telah menggunakan QRIS tidak hanya menunjukkan ketangkasan dalam mengantisipasi perkembangan teknologi pembayaran digital dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang selalu berubah, tetapi juga meningkatkan kemungkinan untuk bertahan dan bersaing di industri perbankan yang kompetitif.

Atas dasar semua manfaat yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa QRIS adalah sebuah inovasi yang sangat menguntungkan bagi masyarakat dan dunia perbankan khususnya, namun juga sangat bermanfaat bagi Dinas atau pihak terkait. Disamping itu QRIS mampu mencegah peredaran uang palsu dan menghindari kebutuhan uang kembalian, tetapi juga memudahkan proses pembayaran, meminimalkan risiko, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di era digital.

Editor : Bahana.