KULON PROGO - Penggunaan kartu E-Money menjadi kewajiban bagi pengunjung dengan kendaraan di Yogyakarta International Airport (YIA).
Lantaran, untuk masuk area bandara pengunjung perlu tap kartu e-money untuk membayar bea masuk dan parkir.
Adanya fenomena ini, dimanfaatkan oleh pedagang sekitar bandara YIA.
Mereka menyediakan jasa sewa kartu, dengan memasang tarif Rp 30 ribu sekali kunjungan.
Pedagang menyewakan kartu di warungnya, dengan memberikan reklame penanda.
"Awal dulu banyak yang tidak tahu kalau pakai kartu e-money," ucap Dewi Subari, salah satu pedagang, Rabu (5/6/2024).
Dewi menjelaskan, saat aturan penggunaan e-money berlaku.
Beberapa kali pengunjung tak bisa masuk karena tak mengetahui aturan baru.
Melihat potensi itu, ia memutuskan untuk membuka jasa penyewaan di warung milknya.
Bermodal dengan 2 kartu, kini dirinya mampu menyewakan 20 kartu.
Banyak pengunjung yang memanfaatkan jasa penyewaanya.
Sekali meminjamkan dirinya mendapat keuntungan Rp 10 ribu.
Baca Juga: Ratusan Motor Terjaring Uji Emisi di Jalan Jogja - Wonosari Gunungkidul, Ini Tujuannya
Tiap hari, Dewi mampu menyewakan kartu sebanyak puluhan kartu. Dengan pendapatan berkisar Rp 100-200 ribu.
"Ada banyak yang sewa, penyewa biasanya karena lupa atau baru pertama kali masuk," ucap Dewi.
Dewi menjelaskan, rata-rata penyewa merupakan sopir travel yang baru pertama kali masuk maupun pengunjung yang tak memiliki kartu.
Kebanyakan penyewa mengendarai sepeda motor yang berasal dari luar Kulon Progo.
Kendati usaha penyewaan, mendapatkan untung besar.
Namun, usaha ini beresiko merugi karena dibayangi kartu yang digondol penyewa.
Setiap kartu yang disewakan, oleh Dewi biasanya diisi saldo sekitar Rp 100 ribu.
Menyesuaikan dengan lama kunjungan, karena setiap jam parkir di YIA memasang tari Rp 8 ribu untuk mobil.
"Beberapa kali kartu dibawa pergi, ya sudah mau dikejar tapi susah mencari," ucap Dewi.
Dewi menjelaskan, untuk mengatasi kartu yang digondol penyewa, dirinya meminta jaminan.
Diantaranya ktp, sim, ataupun data diri. Namun, hal ini tak berefek.
Dewi menceritakan, pernah terjadi seorang pelajar yang memberikan jaminan, tapi kartu sewa tak kunjung dikembalikan hingga sekarang.
Sementara itu, Bindah salah satu pengguna jasa asal Purworejo menjelaskan, dirinya menyewa kartu untuk keperluan masuk ke YIA.
Dirinya akan memasuki kawasan YIA untuk melakukan tes wawancara kerja.
Sehingga, ia perlu menyewa kartu guna dapat memasuki dan parkir motor di dalam bandara.
"Memang tidak punya, jadi sewa saja," ucap Bindah.
Bindah menjelaskan, tak memilih membeli kartu e-money karena harganya tak terjangkau. Untuk membuat kartu e money memerlukan biaya sekitar Rp 50 ribu.
Sedangkan untuk sewa hanya membutuhkan uang Rp 30 ribu. Alasannya terdengar logi, karena kunjungannya ke YIA hanya berlangsung sekali. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva