Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPS DIY Ancang-Ancang Melakukan Survei Ekonomi Pertanian 2024: Pola Usaha Tani dan Kegiatan Pertanian di DIY Jadi Targetnya!

Gregorius Bramantyo • Senin, 20 Mei 2024 | 18:35 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Herum Fajarwati.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Herum Fajarwati.

JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan melakukan Survei Ekonomi Pertanian (SEP) 2024 pada Juni 2024.

Survei tersebut merupakan sensus pertanian lanjutan tahun ini setelah sebelumnya telah dilakukan Sensus Pertanian 2023.

Kepala BPS DIY Herum Fajarwati menyampaikan, sensus pertanian lanjutan ini akan berfokus untuk mengambil sampel dari rumah tangga dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih detail.

SEP ini akan diambil sampel rumah tangga-rumah tangga yang memiliki usaha tani.

“Sifatnya door to door untuk melihat lebih mikro atau lebih detail lagi tentang pola usahanya. Capaian kami adalah bisa merinci seperti apa struktur dan biaya usaha tani di tiap subsektor," katanya, Minggu (19/5/2024).

Selain pola usaha, pada SEP 2024 juga akan melihat bagaimana kondisi ekonomi dari kegiatan pertanian di DIY. Hasil sensus lanjutan tersebut nantinya akan ditabulasi.

Indikator data-data yang diperoleh akan diperuntukkan bagi kebutuhan akademisi hingga pemerintah.

“Dalam menyusun program di sektor pertanian,” ujar Herum.

Ketua Tim Sensus Pertanian 2023 BPS DIY Rahmawati menjelaskan, sampel dari SEP 2024 dipilih dari yang sudah didata dalam Sensus Pertanian 2023.

Kemudian pertanyaan yang disampaikan akan lebih rinci.

Nantinya sensus ini akan dilakukan menggunakan metode Survei Ekonomi Pertanian (SEP) dan Survei Produksi dan Lingkungan (Proling).

Rahmawati mengatakan, saat ini SEP 2024 masih dalam tahap persiapan. Yakni workshop instruktur utama SEP 2024.

Pendataan di lapangan baru akan dimulai pada Juni 2024 mendatang.

“Di DIY sampel yang akan diambil sekitar 3.700 responden atau usaha,” jelasnya.

Menurut Rahmawati, hasil dari SEP 2024 akan didiseminasikan pada Desember 2024.

Sementara Sensus Pertanian 2023 lanjutan tahun ini berupa pendataan SEP 2024.

Perbedaan mendasar sensus lanjutan ini dengan Sensus Pertanian 2023 adalah kuesionernya.

“Kalau Sensus Pertanian 2023 itu pertanyaannya lebih umum, sedangkan sensus tahun ini lebih detail dan rinci,” ucapnya.

Ia mengatakan, salah satu indikator capaian dari sensus lanjutan ini adalah memotret struktur biaya pada sektor pertanian.

Calon target sensus sendiri adalah bagian dari Sensus Pertanian 2023 lalu dengan beberapa persyaratan baru.

“Syaratnya harus sesuai sub sektornya dan memenuhi persyaratan pemerintah pusat," katanya. (tyo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Badan Pusat Statistik #Kegiatan #2024 #Pertanian #door to door #BPS DIY #Survei Ekonomi Pertanian #target #sampel #sep #POLA #rumah tangga #tani #DIY #ancang-ancang #usaha #melakukan