RADAR JOGJA – Pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada awal tahun 2024 melanjutkan tren pemulihan yang terus menguat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY triwulan I 2024 tumbuh sebesar 5,02 persen. Lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,86 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Capaian itu memposisikan DIY sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Ibrahim mengatakan, pertumbuhan positif ekonomi DIY dinilai terus berlanjut hingga akhir tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi DIY pada 2024 diperkirakan akan melanjutkan pertumbuhan positif pada kisaran 4,8 hingga 5,6 persen (yoy). Hanya saja, proyeksi pertumbuhan ekonomi DIY ini sedikit melambat.
Baca Juga: Pemilu hingga Ramadan Jadi Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi DIY di Triwulan I 2024
“Awalnya kita berada di range atas yang cukup optimis, tetapi kita melihat fenomena ekonomi global yang ada saat ini belum selesai. Range tersebut titik tengahnya bisa agak sedikit melambat daripada 2023," ujarnya, Kamis (16/5/2024).
Meskipun ekonomi DIY diperkirakan tumbuh positif di tahun 2024, terdapat sejumlah tantangan yang berasal dari perekonomian global maupun domestik yang perlu diantisipasi. Sehingga bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkesinambungan. "Agar dapat mendorong kesejahteraan masyarakat," kata Ibrahim.
Ia mengatakan, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda), BI, dan instansi terkait lainnya. Sinergi akan terus diperkuat untuk meningkatkan perekonomian DIY.
Baca Juga: Ditopang Sektor Akomodasi dan Makan Minum, Pertumbuhan Ekonomi DIY Tertinggi di Jawa
Angka pertumbuhan ekonomi DIY triwulan I 2024 menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa. Kinerja investasi juga tumbuh positif. Baik investasi bangunan dari pembangunan proyek strategis nasional (PSN) di wilayah DIY bagian selatan, maupun investasi non bangunan dari impor mesin dan realisasi Belanja Modal Aset Tidak Berwujud yang berasal dari APBD.
Penyelesaian PSN diharapkan dapat mendorong sektor utama tulang punggung DIY yaitu pariwisata. Dengan semakin mudahnya mobilitas dari dan ke kota-kota pariwisata di sekitar DIY, seperti Solo dan Surabaya.
Pemerintah Pusat menargetkan seluruh PSN selesai pada 2024. Sehingga PSN di DIY yang menjadi salah satu penopang ekonomi utama melalui sektor konstruksi mengalami normalisasi.
Baca Juga: Awal Tahun 2024 Ekonomi Diprediksi Melemah, Indonesia Marketing Association Tekankan Kolaborasi Empat Pilar, Apa Saja Itu?
"Untuk dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi DIY, diharapkan pemerintah dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif berupa kemudahan perizinan dan regulasi pertanahan," ucap Ibrahim.
Ia menyebut, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sejalan dengan realisasi THR yang terjadi di triwulan I 2024. Bergeser dari tahun sebelumnya di triwulan II 2024. Serta belanja bantuan sosial APBD provinsi maupun kabupaten/kota yang meningkat tajam dibanding tahun lalu. “Kinerja ekspor dan impor DIY tumbuh membaik, sejalan dengan kinerja industri yang juga meningkat," ujarnya. (tyo)