RADAR JOGJA - Bantuan langsung tunai (BLT) segera digelontorkan kepada masyarakat miskin yang tergolong dalam keluarga penerima manfaat (KPM).
Bantuan digulirkan merupakan periode Januari-Februari-Maret 2024 dan akan dievaluasi setiap 3 bulan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, BLT pangan ini akan dilakukan pencairan mulai Februari 2024.
Nilainya sebesar Rp 200.000 per bulan, sehingga totalnya Rp 600.000.
“Bantuan langsung tunai dengan judul mitigasi risiko pangan untuk 3 bulan dan itu akan dievaluasi 3 bulan lagi dan 3 bulan pertama diberikan Februari yang besarnya Rp 200 ribu per bulan,” kata Airlangga dalam konferensi pers hasil High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di kantornya, Jakarta Pusat dikutip dari suarapemerintah.id, Selasa (30/1/2024).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran untuk program ini mencapai Rp 11,25 triliun.
Dengan target 18,8 juta KPM.
Pencairan akan dilakukan sekaligus pada Februari 2024 sebesar Rp 600 ribu.
“Kalau untuk 3 bulan itu Rp 11,25 (triliun) untuk 18,8 juta KPM, untuk periode Januari-Februari-Maret. (Cair Februari) 3 bulan sekaligus,” kata Sri Mulyani tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan anggaran program tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Terkait asal posnya akan dicarikan.
Febrio menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir APBN didesain sebagai shock absorber untuk menjaga ekonomi dan melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga pangan dan energi global.
Dengan kata lain bagaimana caranya APBN bisa memenuhi kebutuhan anggaran yang sudah ada maupun yang sifatnya mendadak.
Dalam rilis resminya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut BLT ini akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
"Bantuan diberikan untuk memitigasi risiko pangan bagi masyarakat miskin," tandasnya. (Zulfa/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva