Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tekan Laju Inflasi, Ini Langkah yang Diambil Gubernur DIY

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 29 November 2023 | 17:17 WIB
TEKAN INFLASI: Gubernur DIY Hamengku Buwono X pada High Level Meeting TPID DIY di Hotel Rohan Selasa (28/11). (foto: Humas Provinsi DIY/Radar Jogja)
TEKAN INFLASI: Gubernur DIY Hamengku Buwono X pada High Level Meeting TPID DIY di Hotel Rohan Selasa (28/11). (foto: Humas Provinsi DIY/Radar Jogja)

JOGJA - Sebagai salah satu upaya menekan inflasi DIY, Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X mendorong Lumbung Mataraman dikembangkan.

Agar mampu menambah penghasilan masyarakat.

Langkah ini dapat dilakukan untuk menekan angka kemiskinan.

Serta meningkatkan ketahanan pangan di DIY.

HB X mengatakan, jika hal tersebut dilakukan, maka secara otomatis inflasi di DIY dapat ditekan dengan baik.

"Mengingat inflasi banyak dipengaruhi oleh faktor pangan dan daya beli masyarakat," katanya pada High Level Meeting TPID DIY di Hotel Rohan Selasa (28/11/2023).

Raja Keraton Ngayogyakarta tersebut menekankan agar perangkat daerah di kabupaten/kota bergerak aktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, HB X juga mendorong pemanfaatan TKD (tanah kas desa) melalui sistem sewa oleh orang miskin dan penganggur untuk dikelola sebaik-baiknya.

Ini untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dorongan pemanfaatan TKD maupun pengembangan Lumbung Mataraman menjadi hal yang bisa dilakukan dengan bantuan Dana Keistimewaan (Danais).

Namun, penggunaan Dana Keistimewaan harus diiringi dengan rancangan-rancangan program yang tepat.

Sehingga, ketika dana tersebut turun, masyarakat tahu harus berbuat apa dengan dana tersebut demi kemajuan masyarakat itu sendiri.

"Salah satu harapan saya adalah bagaimana kabupaten/kota itu nanti bisa mendapatkan dana keistimewaan. Dana tersebut kemudian betul-betul dimanfaatkan untuk menjalankan program yang baik untuk masyarakat," ujar HB X.

"Semuanya harus dipersiapkan. Jangan sampai ketika kami memberikan dana tersebut karena tidak ada program yang matang kemudian dana tersebut dikembalikan dengan alasan belum siap," tuturnya.

Menurutnya, yang menjadi permasalahan adalah apabila inflasi tinggi kemudian masyarakat tidak memiliki daya beli yang baik.

Hal tersebut akan mempersulit orang miskin untuk membelanjakan konsumsi.

Sehingga belanja konsumsi mereka lebih rendah daripada tahun lalu.

"Apabila produsen seperti petani kecil yang menanam cabai kemudian harganya naik ya sudah biarkan saja mereka menikmati hasil jerih payahnya agar lebih sejahtera. Jadi yang perlu kita perhatikan adalah apabila inflasi tersebut meningkat dibarengi dengan persentase kesejahteraan petani yang naik saya pikir bukan masalah asal petani ikut merasakan untung bukan pedagangnya saja," jelasnya. (wia)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#HB X #Hamengku Buwono X #tkd #inflasi #tanah kas desa