Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Super Indo Dukung Pelatihan Sistem Peternakan Ayam Bebas Sangkar Bagi Pemasok Telur Ayam

Reren Indranila • Selasa, 7 November 2023 | 21:34 WIB
KOMITMEN: Supermarket Super Indo terus berkomitmen untuk menghadirkan produk asal hewan berkualitas prima, sehat dan aman, serta mendukung kesejahteraan hewan, terutama pada produk telur ayam.
KOMITMEN: Supermarket Super Indo terus berkomitmen untuk menghadirkan produk asal hewan berkualitas prima, sehat dan aman, serta mendukung kesejahteraan hewan, terutama pada produk telur ayam.

RADAR JOGJA - Supermarket Super Indo terus berkomitmen untuk menghadirkan produk asal hewan berkualitas prima, sehat dan aman, serta mendukung kesejahteraan hewan, terutama pada produk telur ayam. Hari ini, Super Indo melakukan acara closing ceremony pelatihan penerapan sistem peternakan bebas kandang sangkar (cage free) kepara para pemasok telur ayam di Super Indo. Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Global Food Partners (GFP) untuk mendukung transformasi telur ayam bebas kandang sangkar serta peningkatan kapasitas produsen telur ayam.

“Tahun lalu, kami telah memulai kerjasama bersama Universitas Gadjah Mada dan Global Food Partners melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan kapasitas produsen telur ayam Super Indo. Kami melihat pergerakan ketertarikan yang lebih baik dalam hal kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan di market. Karenanya, dalam menyediakan telur ayam di gerai, sumber lokal penting bagi kami, baik dari segi tanggung jawab sosial, keamanan produk, dan aspek kesejahteraan hewan. Selanjutnya sejak Maret 2021 kami telah menambahkan pilihan telur tanpa sangkar atau cage-free egg di seluruh gerai Super Indo. Kami juga mengedukasi pelanggan secara komprehensif untuk membantu mereka memahami manfaat telur tanpa kandang sekat atau cage free egg ini," ungkap General Manager of Corporate Affairs & Sustainability Super Indo Yuvlinda Susanta.

Saat ini, Universitas Gadjah Mada bersama Global Food Partners telah membangun Cage-free Innovation and Welfare Hub di Jogjakarta, Indonesia. Pusat Pelatihan International dan Peternakan Model untuk produksi dan manajemen telur merupakan yang pertama di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara.

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada  Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng mengungkapkan, pihaknya sangat senang Super Indo mengirimkan para pemasok telur ayamnya untuk mengikuti pelatihan cage free ini. Pihaknya melihat cage free sistem ini adalah model. Jadi model yang bisa digunakan untuk pendidikan maupun dipergunakan dalam bisnis. Ketika berbicara tentang peternakan ayam, terdapat 3 sistem yang dapat diterapkan. Yang pertama adalah konvensional yang dijumpai kebanyakan peternak baik kecil maupun skala industri yang bersangkar satu-satu.

"Kemudian yang kedua adalah cage free system ini yaitu memberikan luasan yang berbatas. Yaitu disediakan sangkar yang alamiah, sehingga ayam bisa bertengger, bertelur dengan nyaman. Kemudian level ketiga adalah yakni free range. Memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada ayam untuk bisa bergerak secara menyeluruh. Perlakuan terhadap ternak merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan kualitas telur di samping treatmen pakan dan kebersihan lingkungan. Dan terima kasih kepada Super Indo yang 2 atau 3 langkah yang bisa menatap masa depan dan mempunyai segmen pasar sendiri," ungkapnya. 

Berdasarkan Outlook Komoditas Peternakan Telur Ayam Ras Petelur, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian 2022 Tahun 2023, konsumsi nasional diperkirakan sebesar 5,59 juta ton dan terus mengalami peningkatan hingga tahun 2026 menjadi 5,78 juta ton dengan rata-rata pertumbuhan 1,16% per tahun. Menurut Food & Agriculture Organization, Indonesia merupakan negara produsen telur terbesar ke-7 di dunia. Survei penilaian kebutuhan produsen Global Food Partners baru-baru ini menemukan bahwa produsen telur di Indonesia membutuhkan dukungan dari para ahli tentang bagaimana transisi dari sistem kandang konvensional ke produksi bebas sangkar.

“Pelatihan ini merupakan implementasi dari poin kerjasama GFP bersama Super Indo dan UGM. Kerjasama yang telah dilakukan tentunya memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas produsen telur ayam Super Indo akan sistem cage free. Selain itu, harapannya para produsen telur ayam yang Super Indo kirimkan mendapatkan pembelajaran dan praktik terbaik dalam manajemen serta produksi telur ayam bebas sangkar dan nantinya ilmu yang mereka peroleh dapat diterapkan di peternakan mereka masing-masing," ujar Indonesia Program Manager Global Food Partners Kristina Yolanda. (obi/ila)

Editor : Reren Indranila
#UGM #superindo #ternak #telur ayam #Jogja #super indo