RADAR JOGJA - Kisah inspiratif datang dari eks karyawan BUMN. Seorang pengusaha kripik kentang yang berhasil raup omset puluhan juta.
Arstantya Raka merupakan pemuda asal kota Yogyakarta yang memutuskan keluar dari BUMN demi membangun usaha kripik kentang miliknya.
Ia rela melepas posisinya sebagai manager keuangan proyek dengan gaji dua digit perbulan.
Usaha kripik kentang yang ditekuni pria berusia 30 tahun ini bermula dengan modal sebesar Rp.300 ribu.
Sehingga ia harus mencari cara agar usahanya tersebut dapat berkembang walaupun dengan modal yang sedikit.
Bermodalkan tekad dan keyakinan yang kuat Raka mencoba menjalankan bisnis kecilnya.
Ia memilih mengembangkan bisnis tersebut karena, keripik kentang merupakan cemilan yang digemari masyarakat selain itu, masa penyimpanannya pun tahan lama.
Menurut owner “Kentunk” itu, inspirasi awal yang membuat ia memutuskan untuk menjadi pengusaha kripik kentang adalah karena ia ingin memiliki produk yang bisa dijual ke luar kota.
"Jadi saya itu pengen punya bisnis kuliner yang kira-kira bisa dikirim ke luar Jawa bahkan ke seluruh dunia gitu," kata Raka, Seperti dikutip dari kanal YouTube Pecah Telur, Senin, 6 November 2023.
Raka berkata bahwa ibunya sering membuatkan cemilan berbahan dasar kentang yang memiliki rasa khas dan enak, akhirnya Raka juga membuat keripik kentang sebagai tujuan bisnis utamanya.
Awal mula ia memulai usaha ibunya menjadi orang pertama yang membeli cemilan dari hasil kerja kerasnya.
Pemasaran pertama ia lakukan kepada keluarga dan orang terdekatnya, seperti teman dan sahabatnya.
Hingga saat ini usaha keripikik kentang miliknya berhasil diproduksi dan dipasarkan dalam ranah nasional hingga internasional.
Ia juga melakukan promosi melalui platform media sosial.
Bahkan kini ia sudah memiliki beberapa reseller yang tersebar di sejumlah titik yang ada di Indonesia.
Raka juga memasukan produknya ke toko – toko yang ada di kota Jogja sebagai mitra bisnis usahanya.
Keripik Kentunk ini sudah terbang ke seluruh Indonesia. Kini omset yang ia dapatkan mencapai Rp 35 juta sampai 40 juta per bulannya.
Raka sebagai owner “Kentunk” merasa sangat bangga melihat usaha yang dikembangkan bisa semakin besar dan dikenal orang. (Tifara Annisa – RADAR JOGJA)
Sumber : YouTube Pecah Telur
Editor : Bahana.