RADAR JOGJA – Harga beras di penggilingan naik 3,31 persen menjadi Rp 13.128 per kilogram (kg).
Hal itu berdasarkan pengukuran data yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Oktober 2023 lalu.
BPS melaporkan, rata-rata harga beras, diukur mulai dari tingkat penggilingan, grosir, maupun eceran. Dan BPS pun mencatat pengembangan harga beras tertinggi ada di tingkat penggilingan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyampaikan, harga beras di tingkat penggilingan naik 3,31 persen (month-to-month/mtm) menjadi Rp 13.128 per kilogram pada Oktober 2023.
“Harga beras di penggilingan pada Oktober 2023 meningkat 3,31 persen mtm dan 29,24 persen yoy,” kata Pudji dalam rilis BPS, Rabu (1/11/2023).
Harga beras di tingkat grosir juga dilaporkan naik menjadi Rp13.315 per kilogram atau 2,13 persen dari bulan sebelumnya, sedangkan secara yoy naik 21,64 persen.
Kenaikan harga juga terjadi di tingkat eceran.
Pada Oktober 2023, harga beras di tingkat eceran naik menjadi Rp 14.033 per kilogram atau 1,72 persen dari sebelumnya Rp 13.799 per kilogram.
Secara tahunan, harga beras di tingkat eceran naik 19,12 persen.
Sementara itu, harga gabah di tingkat petani tercatat naik pada Oktober 2023.
BPS melaporkan, harga gabah kering panen (GKP) naik dari Rp 6.514 per kg menjadi Rp 6.851 per kg.
Secara tahunan, harga GKP naik sebesar 27,95 persen.
Peningkatan harga juga terjadi pada gabah kering giling (GKG).
Tercatat harga GKG di tingkat petani naik dari Rp 7.386 per kg pada September 2023, menjadi Rp 7.703 per kg. (Juan Bastian Purba/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva