RADAR JOGJA - Peran ruang digital dan pasar online menjadi penting dilakukan menyusul pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang kian tinggi. Untuk pengembangannya, dibutuhkan pula kerjasama konkret antarstakeholder, termasuk penyedia layanan dan aktivis pemberdayaan UMKM.
Direktur Utama PLN Icon Plus Ari Rahmat Indra Cahyadi menyampaikan dukungannya atas pengembangan ekonomi digital. PLN Icon Plus pun meyakini bahwa untuk menghadapi tantangan ke depan dan adanya peluang pasar yang sangat lebar dibutuhkan sebuah kolaborasi untuk menunjang pergerakan ekonomi dan memperluas pangsa pasar pelaku UMKM dan Karang Taruna.
“Peran PLN Icon Plus membangun konektivitas digital hingga desa-desa. Sehingga dengan koneksi digital ini pelaku UMKM dan Karang Taruna bisa mengakses internet dan memasarkan produknya, bahkan membuat suatu kreativitas konten-konten untuk memasarkan produk,” kata dia, Minggu, 15 Oktober 2023.
Lebih lanjut ia berujar, semangat anak muda sebagai role model harus mampu mendongkrak ide-ide baru agar tercipta inovasi yang bisa diterima dan disukai oleh masyarakat. Dia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi pemuda untuk kedepannya akan semakin berat. Namun, di sisi lain diperlukan inovasi-inovasi di mana untuk mencapai titik keberhasilan diperlukan adanya kolaborasi.
"Sebesar apapun (ruang digital) dibangun, tanpa kolaborasi akan ada ruang kosong," sebutnya ditemui usai menjadi narasumber dalam Pekan Inovasi Sosial yang digelar oleh Karang Taruna DIY bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY dan mitra kolaborator dari UNY dan Creative Hub Fisipol UGM di Jogja City Mall.
Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa PLN Icon Plus berkolaborasi dengan Karang Taruna mengingat konektivitas internet telah memperluas jaringan e-commerce dan m-commerce domestik dan internasional.
PLN Icon Plus pun berkomitmen untuk mendukung ekosistem kolaborasi yang dibutuhkan pemuda yang saat ini sedang bergelut dengan kewirausahaan hingga start-up. “Di situlah PLN Icon Plus sudah sadar membantu teman-teman. Semua adalah bagian dari ekosistem yang kalau koia kolaborasikan akan membuat Indonesia lebih maju,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Pekan Inovasi Sosial dalam perhelatan Festival Karang Taruna DIY diselenggarakan di mana Awarding Night menjadi puncak acara. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Bulan Bhakti Karang Taruna untuk memperingati Hari Lahir yang ke-63 kalinya.
Bekerja sama dengan PLN Icon Plus, Pekan Inovasi Sosial ini telah menjadi ruang temu, ruang belajar, sekaligus ruang untuk membangun kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan untuk menumbuhkan ekosistem inovasi sosial yang kreatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ketua Karang Taruna DIY GKR Hayu mengatakan, yang menginisiasi pembentukan Karang Taruna DIY dan program-program yang dijalankan karena melihat adanya potensi dari anak-anak muda di Jogjakarta.
Dari potensi-potensi anak muda yang terlihat dan tak menutup kemungkinan adanya kendala untuk mengembangkannya kemudian menginisiasi diselenggarakannya Pekan Inovasi Sosial yang diharapkan terjadi kolaborasi di dalamnya.
Melalui Pekan Inovasi Sosial ini pula dapat menjembatani anggota Karang Taruna untuk bertemu dengan pihak-pihak lain yang dapat membantu mereka dalam mengembangkan kewirausahaan.
“Saya ingin Karang Taruna bisa mandiri at least financial stabil agar bisa membantu orang lain. Semoga workshopnya bermanfaat. Yang kami inginkan ada mitra kolaborator yang support,” kata GKR Hayu.
Anggota Karang Taruna Bangunharjo sekaligus peserta Pekan Inovasi Sosial, Asalia Dias mengaku cukup terbantu dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini cukup menjembatani kawula muda untuk merealisasikan ide-idenya.
“Terima kasih kepada penyelenggara yang sudah memberikan wadah bagi kami para pemuda yang tidak hanya meliarkan sebuah ide tapi juga sebagai pelaku dalam ide tersebut,” katanya. (zam/ila)
Editor : Reren Indranila