Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah

Fahmi Fahriza • Senin, 2 Oktober 2023 | 16:35 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - OJK DIJ terus meningkatkan inklusi keuangan syariah. Menyasar komunitas santri melalui forum edukasi dan temu bisnis. Upaya tersebut dilakukan OJK sekaligus untuk mendorong para santri agar bisa memanfaatkan potensi untuk menjadi pelaku bisnis atau santripreneur berbasis syariah.


Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, penting untuk merancang sebuah program peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Terutama untuk santri, alumni santri, dan mahasiswa atau santripreneur. "Kami berharap kegiatan ini melahirkan lebih banyak entrepreneur santri dan bisa mengembangkan keuangan syariah,” jelasnya Sabtu (30/9).


Agusman menyampaikan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan keuangan syariah. Berbagai cara harusnya bisa dilakukan agar keuangan syariah semakin banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Digitalisasi keuangan syariah merupakan kebijakan yang perlu diimplementasikan di era yang serba cepat dan mudah saat ini," sambungnya.


Agusman merinci, pangsa pasar keuangan syariah saat ini baru sekitar 10 persen dari keuangan nasional. Hal ini perlu dukungan masyarakat luas termasuk kaum santri agar terus dikembangkan.
Menurutnya, sangat diperlukan kemampuan untuk bisa memanfaatkan digitalisasi yang bisa memudahkan akses keuangan. Namun dengan tetap menjaga manajemen risiko agar tetap dapat menjaga untuk perlindungan masyarakat.


Diakuinya, eukasi dan literasi keuangan syariah juga penting untuk terus ditingkatkan agar pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah semakin baik. "Tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan syariah hasil survei 2022 masing-masing 9,14 persen dan 12,12 persen," lontarnya.


Terpisah, ketua dewan pembina santripreneur Indonesia Ahmad S Utomo berharap, akan ada capaian peningkatan dan juga pemahaman baru terkait literasi dan inklusi keuangan syariah bagi para santri. "Mari kita melihat masa depan, dengan acara seperti ini santri diberi akses dan dimentori," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#OJK DIJ #Keuangan syariah #Komunitas Santri