RADAR JOGJA - Tren berbelanja secara online melalui ragam marketplace makin mengalami peningkatan sejak pandemi. Meskipun begitu belanja offline diyakini masih akan bertahan. Karena juga jadi media hiburan.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIJ Surya Ananta menyebut, tren transaksi online tidak serta menghilangkan market customer yang bertransaksi secara offline."Ada irisan market yang berbeda antar-customer itu, secara umum barang-barang yang dibeli juga ada perbedaan," jelas Surya, Minggu (17/9/23).
Surya menganalisa, secara umum pusat perbelanjaan offline seperti mal masih jadi pilihan masyarakat. Karena tidak saja menawarkan kesempatan untuk berbelanja, namun juga sebagai media hiburan. Dia mencontohkan saat keluarga berkunjung ke mal, selain berbelanja mereka juga sekaligus menjajal kuliner hingga menonton bioskop. “Yang tidak bisa didapatkan saat bertransaksi online," paparnya.
Surya menambahkan, pada dasarnya manusia yang merupakan mahkluk sosial tetap perlu akan kebutuhan bersosialisasi. Itu juga yang membuatnya yakin pusat perbelanjaan offline tetap akan bertahan meski tren bertransaksi online juga tinggi.
Surya juga menyarankan, para pelaku usaha sektor usaha offline perlu memperhatikan dan meningkatkan service mereka pada customer untuk terus mendapatkan kepercayaan pelanggan. Misalnya kata dia, jika membeli online lebih banyak dan besar diskonnya. Untuk offline berarti harus ada hal lain yang ditingkatkan. “Salah satunya adalah service pada pelanggan," sebutnya.
Citra Perdana, mahasiswi asal UGM mengaku kebutuhan berbelanja nya masih terhitung seimbang antara online dan offline, Citra mengaku kerap berbelanja online pada momentum tertentu seperti tanggal cantik guna mendapatkan banyak promo.Sementara untuk belanja kebutuhan bulanan mulai dari bahan makanan hingga keperluan hari-hari Citra lebih banyak berbelanja secara langsung. "Cukup seimbang sih, biasanya kalau pakaian gitu aku banyak belinya online, tapi makanan sih hampir pasti beli offline," paparnya.
Citra pun sepakat secara umum dirinya tetap membutuhkan kunjungan ke pusat perbelanjaan secara langsung, selain karena kepentingan berbelanja ada hal lainnya juga yang mendorongnya untuk tetap mengunjungi perbelanjaan offline."Misal ke mal, kan sering banyak event, kuliner, sampai bioskop dan toko buku, jadi spot pilihannya lebih banyak," tuturnya. (iza/pra)
Editor : Satria Pradika