JOGJA - Sebanyak 123 usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) dipastikan sudah tersertifikasi halal. Dengan begitu, kepercayaan konsumen terhadap produk diharapkan terus meningkat.
Produk yang sudah bersertifikat halal bisa merambah pasar global. Sebab produk sudah layak untuk diekspor. Terutama di negara-negara muslim.
"IPEMI sudah seratus persen (UMKM punya sertifikat halal) karena pemerintah juga menggalakkan itu," ujar Ketua IPEMI DIY Sumarni S Jasmin pada acara IPEMI Fest di Masjid Suciati Saliman Jogja, Sabtu (29/7/2023).
Pemerintah mentargetkan pada 2024 seluruh produk UMKM sudah tersertifikasi halal. Meskipun anggota IPEMI DIY sudah tersertifikasi halal, pada acara tersebut dibuka konsultasi terkait legalitas dan perijinan.
"Kami juga buka peluang gratis untuk izin itu. Pojok IPEMI, buka sertifikat halal gratis, untuk umum juga," ujarnya.
Festival kali ini didukung oleh SiBakul yang digagas Pemda DIY. Puluhan UMKM dihadirkan, mulai dari fashion, craft hingga kuliner. Harapannya UMKM bisa terus bangkit pasca pandemi Covid-19.
"Saya berharap UMKM IPEMI maju bersama SiBakul," imbuhnya.
IPEMI sendiri didirikan pada 2015 lalu. Gagasan dibentuknya IPEMI dalam rangka meningkatkan peran perempuan dalam perekonomian sehingga bisa terus membangun bangsa. Di sisi lain, perempuan harus bisa berdaya.
"Harapan IPEMI meluas se-Indonesia, UMKM maju berkarya sesuai tema kita, muslimah berkarya, bukan hanya di rumah tapi optimal keluar membantu suami mencari nafkah. Perempuan harus mandiri," jelasnya.
Ketua Pelaksana IPEMI, Tatik Nurhayati mengatakan festival bertajuk Muslimah Berdaya Berkarya menghadirkan sejumlah acara. Di antaranya, bazar, lomba, Muslimah Preneur, tablik akbar, dan lomba hadroh.
"Perempuan harus mandiri dengan tidak melupakan kodratnya," ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan pemerintah terus berkomitmen dalam meningkatkan kompetensi pelaku UMKM. Terbukti UMKM memiliki kontribusi luar biasa bagi perekonomian di Indonesia khsususnya di DIY.
"Pemerintah tidak bisa sendiri, IPEMI menjadi mitra pemerintah, bersama-sama meningkatkan kompetensi. Karena di dalam IPEMI tidak sekedar memikirkan diri sendiri tapi bagaimana ekonomi berkelanjutan, memberdayakan masyarakat," jelasnya. (lan)
Editor : Amin Surachmad