Inisiator event yang juga anggota PPBI Jogha Tito Salman menyebut, target tersebut masuk dalam dua kategori lomba dan bursa. Namun sejauh ini, baru ada 1.400 tanaman yang terdaftar. “Saya yakin akan bertambah ke depan karena waktu masih cukup panjang," ujar Tito Selasa (13/6/23).
Tito mengungkapkan, lomba atau kontes bonsai yang digelar sendiri memiliki beberapa kategori. Antara lain prospek, pratama, madya, utama, dan bintang. Kategori tersebut dibuat berdasarkan jenis dan juga ukuran bonsai.
"Memang jenisnya itu sangat banyak sehingga kategorinya juga banyak. Per kategori nanti juga ada sub jenisnya lagi," lanjut Tito.
Diakui Tito sejauh ini sudah mulai berdatangan para seniman dan pehobi bonsai dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka pun turut membawa ragam bonsai unggulan mereka.
"Tadi saya lihat ada yang beratnya itu sampai tujuh ton, harganya mungkin itu sudah ratusan juta atau lebih," ucapnya.
Untuk wilayah Jogjakarta secara umum, Tito mengaku, industri bonsai semakin banyak digeluti. Produsennya pun tersebar di Gunungkidul, Piyungan, hingga Sleman. "Banyak peminatnya, setelah pandemi luar biasanya juga makin banyak sampai sekarang ini," sebutnya.
Aziz Kurnia, seorang seniman bonsai asal Lampung mengaku sengaja datang dari dari Pulau Sumatera untuk ikut dalam kompetisi dan bursa ini. Tak tanggung-tanggung, dia ikut membawa delapan pot bonsai. "Saya sudah aktif menggeluti bidang ini sekitar 9 tahunan," bebernya.
Aziz menyebut bahwa lewat agenda semacam ini membukan banyak kesempatan dan peluang baru pada dirinya. "Ini kan acara nasional, jadi peserta dan peminatnya banyak, lumayan untuk ajang bertransaksi juga," tandasnya. (cr1/eno/sat)
Editor : Satria Pradika