RADAR JOGJA - Pemkot Jogja berupaya membangkitkan kembali kejayaan Kemantren Kotagede sebagai sentra kerajinan perak dan logam. Bentuknya dilakukan dengan Festival Perak 2025 yang diselenggarakan kemarin (11/5).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya memang ingin kembali menghidupkan kembali kejayaan para perajin perak dan logam di Kotagede. Upaya itu, juga untuk mendukung pengembangan potensi sisi selatan Kota Jogja.
Menurutnya, ada beberapa daya tarik yang bisa ditingkatkan di Kotagede. Misalnya merupakan wilayah peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Kemudian juga menjadi sentra kerajinan perak dan logam karena puluhan perajinnya masih bertahan sampai saat ini.
"Saya kira dua hal itu menjadi kekuatan energi positif dari Kotagede. Sehingga akan saya jadikan Kotagede ini menjadi kota lamanya Jogja," ujar Hasto di sela pembukaan Festival Perak 2025.
Mantan bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu mengaku, dalam mengangkat kembali kejayaan Kotagede memang ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Yakni dalam upaya meningkatkan produksi dan memaksimalkan pemasaran.
Menurut Hasto, produksi dan pemasaran kerajinan perak Kotagede merupakan dua hal berkesinambungan. Selain itu juga penting untuk merevitalisasi rumah-rumah produksi para perajin agar wisatawan menjadi lebih nyaman ketika ingin melihat proses produksi kerajinan perak dan logam.
"Jadi tugas kami adalah memasarkan dan mendorong produksi. Tentu bekerja sama dengan mitra itu juga penting,” tegasnya.
Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kotagede Komaru Ma'Arif menyampaikan, ada 69 perajin perak dan kriya logam yang ikut dalam Festival Perak 2025. Festival ini juga merupakan quick wins yang sudah disepakati kemantren dengan wali kota.
Komaru menambahkan, selain diisi pameran dan bazar kerajinan perak serta kriya, festival juga menampilkan workshop dan demo perajin tatah, festival kuliner dan budaya. Selain itu juga fashion show yang menampilkan koleksi para desainer Kotagede.
Dia berharap, dengan festival itu dapat meningkatkan daya saing industri perak di Kotagede secara global. Sekaligus mendorong terciptanya produk kerajinan perak dan kriya logam yang inovatif dan berkelanjutan. Serta menciptakan peluang lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan perajin lokal.
"Selain itu, diharapkan juga dapat memperkuat posisi Kota Jogja sebagai destinasi wisata budaya dan kreatif,” tandas Komaru. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun