Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selain Deradikalisasi, Eks Napiter Difasilitasi Usaha

Heru Pratomo • Jumat, 9 Agustus 2024 | 04:59 WIB
Suasana diskusi bertajuk “Indonesia Damai Tanpa Radikalisme” bersama Polda DIY di Sleman, Rabu (31/7).
Suasana diskusi bertajuk “Indonesia Damai Tanpa Radikalisme” bersama Polda DIY di Sleman, Rabu (31/7).

RADAR JOGJA – Sebanyak 19 mantan narapidana terorisme (napiter) saat ini hidup berdampingan dengan masyarakat di Kabupaten Sleman. Belasan eks napiter tersebut hingga saat ini masih dalam pendampingan Pemkab Sleman dan Polda DIY.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sleman Indra Darmawan mengatakan, 19 eks napiter yang tersebar di Sleman, pihaknya sejauh ini hanya sekadar memberikan pemahaman dan dukungan kembali bermasyarakat. Untuk program deradikalisasi ditangani oleh kepolisian dan instansi lain.

Hanya saja, Kesbangpol Sleman membantu seks napiter yang ingin membuka usaha. Seperti eks napiter yang ingin membuka usaha pengobatan alternatif dan eks napiter yang membutuhkan bantuan kursi roda.  “Kalau dia baru saja keluar dari penjara pasti banyak sekali problem yang dia emban, misalnya nafkah,” kata Indra dalam diskusi bertajuk “Indonesia Damai Tanpa Radikalisme” di Sleman, Rabu (31/7).

Terkait perkembangan paham radikalisme di wilayah Sleman tidak terlihat namun kondisinya mengkhawatirkan. Sebab wilayah Sleman masyarakatnya cukup terbuka. Terutama saaat menerima pendatang baru.  “Cuma kadang tidak sadar dimasuki paham radikalisme yang kian meningkat. Tahunya baru kalau sudah akut, artinya sudah ada pergerkaan yang memang masif,” ujarnya.

Selain itu, terdapat banyak perguruan tinggi yang menjadi pintu gerbang masuknya berbagai ideologi. "Karena keterbukan itu justru banyak hal negatif yang masuk. Salah satunya paham radikalisme," kata Indra.

Indra menyebut, semua wilayah di Bumi Sembada rawan terpapar paham radikalisme. Baik yang berada di pusat kota maupun di wilayah pinggiran. Maka dari itu, Kesbangpol Sleman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Utamanya terhadap pendatang baru. (tyo/pra)

Editor : Satria Pradika
#radikalisme #narapidana #POLDA DIY