Harus Jadi Solusi, Bupati Magelang Minta Riset Kampus Tak Berhenti Jadi Publikasi

Naila Nihayah • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 03:30 WIB
PELUANG USAHA: Syahrani Dwi Lukmana sedang melakukan riset di laboratorium kultur jaringan. (POLBANGTAN YOMA)
PELUANG USAHA: Syahrani Dwi Lukmana sedang melakukan riset di laboratorium kultur jaringan. (POLBANGTAN YOMA)

 

 

 

 

 

MAGELANG - Bupati Magelang Grengseng Pamuji mendorong perguruan tinggi menerjemahkan hasil penelitian menjadi inovasi yang bisa diterapkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat. Riset dinilai tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi harus memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah.

 

Grengseng mengatakan, kebijakan pembangunan membutuhkan landasan ilmu pengetahuan yang didukung data objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam hal ini, kata dia, perguruan tinggi memiliki peran penting, terutama membantu pemerintah daerah mengonsolidasikan dan menstandardisasi data.

 

"Kalau tidak didukung data yang kuat, data yang objektif, hasilnya juga nanti akan berbeda," kata Grengseng dalam FGD di Gedung Rektorat Untidar Kampus Sidotopo, Kamis (1/10).

Baca Juga: Jajaran Polres se-DIY Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga Persatuan

Menurutnya, penerapan inovasi juga perlu mempertimbangkan kesesuaian dengan regulasi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi perlu diperkuat sejak tahap penelitian hingga penerapan hasilnya.

 

Pemkab Magelang, lanjut Grengseng, membuka ruang kerja sama dengan Untidar melalui riset, pengabdian masyarakat, maupun pengembangan inovasi. Dia berharap, kolaborasi tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, bukan sekadar menjadi forum diskusi.

 

"Saya berharap forum-forum seperti ini tidak hanya berhenti di awal-awal, tetapi menjadi forum yang merekomendasikan kerja-kerja konkret di masyarakat," paparnya.

 

Untidar telah mengelompokkan 19 pusat studi dan layanan ke dalam empat kluster tematik, yakni heritage, lingkungan, ekonomi hijau, dan inovasi akademik. Bidang tersebut mencakup kebudayaan, kebijakan publik, kebencanaan, pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, hukum, hingga layanan inklusif.

Baca Juga: Niat Pulang, Tapi Orang yang Ditunggu Sudah Pergi, “Sesi Potret” Bikin Gen Z Terdiam

Rektor Untidar Prof Sugiyarto mengutarakan, kampus siap memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah Kedu. Kolaborasi dapat melibatkan mahasiswa dan dosen melalui KKN tematik, Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), penelitian, serta pengabdian masyarakat.

 

Dia menyebut, 19 pusat studi dan layanan yang dimiliki Untidar memungkinkan kampus membantu pemerintah daerah menangani beragam persoalan, mulai dari sampah, budaya, ekonomi hingga pertanian. Tema penelitian dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

 

"Keberhasilan riset semestinya tidak hanya diukur dari jumlah penelitian atau publikasi ilmiah, tetapi juga manfaat dan perubahan yang dihasilkan bagi masyarakat," bebernya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
riset Bupati Magelang Grengseng Pamuji Untidar Ekonomi Hijau eks karesidenan kedu