
MAGELANG - Bagi sebagian lulusan baru perguruan tinggi, memperoleh pekerjaan pertama tidak semudah menyelesaikan studi. Pengalaman kerja yang masih terbatas membuat mereka harus mencoba berbagai lowongan sembari mencari bidang yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan.
Situasi itu dirasakan Nabila, 25, lulusan Ilmu Administrasi Negara Universitas Tidar (Untidar). Setelah menyelesaikan kuliah, dia telah mencoba melamar sejumlah pekerjaan, tetapi belum memperoleh hasil.
"Kalau saya pribadi karena memang pengalamannya kurang, struggle-nya kerasa banget," katanya di GKU dr HR Suparsono, Rabu (30/9).
Baca Juga: Dominasi Total, SMAN 1 Sewon Libas SMAN 10 Yogyakarta 40-17
Nabila mengaku, telah memasukkan lamaran ke sekitar lima lowongan. Satu di antaranya dengan posisi customer service. Namun, hingga datang ke job fair tersebut, belum ada lamaran yang tembus.
Begitu mengetahui adanya job fair di Untidar, dia tidak segan untuk mendatanginya. Meski begitu, Nabila belum langsung membidik perusahaan tertentu. "Sudah ada CV, tapi belum bawa. Masih pengen lihat-lihat dulu," sebutnya.
Dari sejumlah bidang, lanjut dia, hospitality menjadi satu sektor yang diminatinya. Untuk mempersiapkan diri, dia sempat mengikuti pelatihan front office sembari menunggu pelaksanaan wisuda.
Baca Juga: Laga Kontra Persija Digelar Sore di SSA, Penyesuaian Kick-off Jadi Langkah Mitigasi Keamanan
Bagi Nabila, job fair menjadi satu ruang untuk kembali membuka kemungkinan setelah sejumlah lamaran sebelumnya belum berhasil. Namun, dia belum dapat menilai sejauh mana kegiatan tersebut akan membantu dirinya mendapatkan pekerjaan.
Untidar menghelat Job Fair 4.0 & Disnaker Goes to Campus 2026. Tahun ini, job fair digelar bekerja sama dengan dinas tenaga kerja (disnaker) dengan mengusung tema 'Bridging Talents, Building Futures'.
Kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai tempat melihat daftar lowongan. Alumni, mahasiswa, dan pencari kerja dipertemukan langsung dengan perusahaan dan lembaga yang membuka peluang kerja, sekaligus memperoleh akses informasi mengenai proses seleksi serta pengembangan karier.
Baca Juga: September Hitam, Mahasiswa UNY Tagih Penyelesaian Kasus HAM, Desak Usut Dalang Pelanggaran
Rektor Untidar Prof Sugiyarto mengatakan, para pencari kerja perlu mempersiapkan diri sebelum memanfaatkan kesempatan tersebut. Terutama melalui penyusunan CV dan keberanian mencoba peluang baru.
"Mari manfaatkan kesempatan ini untuk menjembatani talenta dengan dunia kerja yang ada," paparnya.
PIC Untidar Job Fair, Mumpuni Wahyudiarti Sitoresmi menambahkan, rangkaian kegiatan tahun ini tidak berhenti pada job fair 30 September. "Untidar bersama disnaker juga akan menggelar Disnaker Goes to Campus pada 9 Oktober 2026," terangnya.
Baca Juga: BPBD DIY Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana hingga Akhir November, Ini Wilayah Banyak Terdampak
Agenda tersebut, lanjut dia, direncanakan menghadirkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan untuk memberikan informasi mengenai program magang mahasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. Sementara pada job fair kali ini, terdapat 18 perusahaan dan lembaga yang membuka akses bagi pencari kerja.
Mereka berasal dari berbagai sektor, antara lain perbankan, pembiayaan, pendidikan, jasa, hingga perusahaan manufaktur. Perusahaan dan lembaga yang terlibat yakni PT Pesta Pora Abadi, LPK Akatara, Mikro Madani Institute, Kospin Jasa, Bank Mandiri, KJPP Jojo Sunarjo dan Rekan, serta BMT Tumang.
Kemudian, Eduaksara, Mandiri Utama Finance, SIM Group, Samudra Edukasi Teknologi, BFI Finance, dan PKSS. Lalu, FIF Group, BPR DRS, TP Indonesia, PT Apparel One Indonesia, serta Unit Layanan Bimbingan Konseling (ULBK) Untidar. (aya)