JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menonaktifkan 10 mahasiswa Fakultas Teknik (FT) yang diduga melakukan tindakan kekerasan seksual berbasis gender (KBGO). Kasus ini viral di media sosial threads @hmart_lw yang mengunggah tangkapan layar berisi potongan percakapan mengandung unsur KBGO.
Dekan Fakultas Teknik UGM Selo mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO. Saat ini fakultas tersebut sedang menyiapkan dokumen untuk menonaktifkan sementara semua mahasiswa terduga pelaku KBGO.
"Penonaktifan selama 1,5 bulan, sebelum sanksi final ini diketuk oleh Satgas PPKS UGM," katanya Selasa (29/9).
Penonaktifan ini bisa diperpanjang jika diperlukan. Misalnya PPKS belum selesai melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.
Baca Juga: Perkuat SDM, Kemenpora Cetak 514 Tenaga Keolahragaan Tersertifikasi Nasional dan Internasional
Tujuannya agar selama proses pemeriksaan oleh Satgas PPKS berlangsung, suasana kampus bisa kembali nyaman, dapat melindungi korban, dan menjaga integritas investigasi/pemeriksaan.
"Saat ini yang bersangkutan tidak bisa ikut kegiatan akademik selama masa nonaktif," pungkasnya. (cin)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja