Bukan Sekadar Pameran, UGM Sulap Hasil Riset Kampus Jadi Industri Masa Depan di GIFTS 2026

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 15:20 WIB
Penjelasan tentang GIFTS 2026 di GIK UGM, Selasa 22 September 2026.
Penjelasan tentang GIFTS 2026 di GIK UGM, Selasa 22 September 2026.

 JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal arah inovasi bangsa. Bertempat di CollabHub by Paragon, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, atmosfer penuh semangat mewarnai peluncuran Global Innovation & Future Technology Summit (GIFTS) 2026 pada Selasa (22/9/2026) siang.

Acara tahunan ini dirancang bukan sekadar pameran karya, melainkan ruang perjumpaan nyata antara dunia akademik, pelaku industri, hingga para pemodal. Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menyebut GIFTS sebagai titik lebur (melting pot) bagi gagasan-gagasan besar.

"GIFTS menjadi wadah interaksi dan dialog intensif antara akademisi, mahasiswa, alumni, industri, hingga masyarakat luas," ujar Danang. Ia menekankan bahwa sinergi tersebut sangat krusial agar produk inovasi tidak berhenti di ruang laboratorium, melainkan terserap oleh pasar.

Direktur Direktorat Pengembangan Usaha UGM, Prof. Ir. Wiratni, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menambahkan bahwa perhelatan ketiga ini membawa pendekatan yang jauh lebih matang. Pihaknya menggandeng kolaborator lintas sektor seperti Kadin, APKAJC, dan jaringan investor.

Langkah kurasi ketat pun dilakukan untuk menyaring gagasan terbaik. Dari sekitar 300 inovasi yang terdaftar di pipeline UGM, disaring menjadi 90 riset unggulan yang siap dipajang di etalase bisnis serta forum business matchmaking.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas, Kementan Gelar Tanam Serentak dengan Sistem PM-AAS

"Kami ingin menjembatani para inovator dengan calon pembeli maupun investor yang relevan," terang Prof. Wiratni. Seluruh unit bisnis UGM dan jaringan Science Techno Park juga akan hadir meramaikan forum pasar inovasi ini.

Rangkaian acara telah dimatangkan melalui pre-event sejak September hingga puncaknya pada 21–22 Oktober 2026. Pada acara utama kelak, publik dapat mengakses ruang-ruang diskusi dan pameran secara terbuka tanpa dipungut biaya.

Sementara itu, Ketua Laboratorium Manajemen Proyek Konstruksi UGM, Prof. Danang Parikesit, M.Sc., menjelaskan hadirnya sub-event bernama ICONIC (Infrastructure and Construction Innovation Conference & Workshop). Program ini menjadi jendela yang menghubungkan akademisi teknik sipil dengan kebutuhan riil infrastruktur nasional.

Dalam ICONIC, para mitra industri tidak hanya memamerkan teknologi terbaru, tetapi juga membagikan pengetahuan produk melalui sesi InnovaTalk. Pendekatan ini diharapkan memicu kolaborasi riset berkesinambungan antara kampus dan sektor konstruksi.

Baca Juga: Ibu Baron, Sanca Kembang 7,22 Meter dari Maros Resmi Pecahkan Rekor Guinness World Records

Tak hanya itu, GIFTS 2026 memberikan perhatian khusus pada pembinaan peneliti muda melalui pelatihan jenjang doktoral (PhD training). Peneliti masa depan ini dibekali pemahaman mendalam tentang pentingnya komersialisasi riset sejak awal.

Konferensi ini juga diperkaya oleh kehadiran pakar internasional dari Massey University New Zealand, Tokyo University, ETH Zurich, hingga lembaga riset Hong Kong. Kehadiran mereka membawa wawasan global yang siap diserap dan diterapkan untuk kemajuan Indonesia.

Melalui sinergi erat bersama Maya Septriana selaku Direktur Program GIK UGM dan jajaran asosiasi, GIFTS 2026 optimistis menjadi batu loncatan menuju kemandirian teknologi nasional.

 

 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
GIFTS 2026 Hilirisasi Riset ugm yogyakarta inovasi teknologi GIK UGM