Aksi Berita Lelayu Suarakan Keresahan Atas Kondisi Negara, Merah Putih Diturunkan, Bentuk Kekecewaa

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 20:15 WIB
BENTUK KRITIK: Seruan aksi yang diikuti puluhan mahasiswa, hingga masyarakat umum di Bundaran UGM Senin (17/8). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
BENTUK KRITIK: Seruan aksi yang diikuti puluhan mahasiswa, hingga masyarakat umum di Bundaran UGM Senin (17/8). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

SLEMAN - Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bundaran UGM justru dibalut suasana duka. Puluhan mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi bertajuk Berita Lelayu Senin (17/8) sore. Bendera putih dan Merah Putih dikibarkan setengah tiang sebagai simbol kekecewaan serta keputusasaan terhadap kondisi bangsa.

Aksi tersebut dikemas berbeda dari perayaan kemerdekaan pada umumnya. Peserta bergantian menyampaikan orasi, membaca puisi, dan melontarkan kritik terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih membayangi Indonesia setelah 81 tahun merdeka.

Baca Juga: Tak Masuk Rencana Van Gastel, Bek Kiri Reva Adi Dipinjamkan PSIM Jogja ke Borneo FC

Sejumlah tulisan bernada skeptis terhadap pemerintahan turut dibawa dalam aksi. Kegiatan itu diinisiasi secara kolektif oleh mahasiswa UGM dan disebarluaskan melalui media sosial. Peserta kemudian datang dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dari luar UGM.

Perwakilan kolektif mahasiswa UGM Akhdan Lutfi mengatakan, momentum kemerdekaan sengaja dijadikan ruang untuk melihat kembali kondisi Indonesia setelah 81 tahun merdeka. Menurutnya, perayaan kemerdekaan tidak cukup hanya dengan seremoni, tetapi perlu dibarengi refleksi terhadap persoalan yang masih dirasakan masyarakat.

“Intinya pada aksi hari ini, kita menyuarakan kekecewaan dan keputusasaan atas apa yang sudah kita rasakan,” kata Akhdan Senin (17/8).

Ia menegaskan, aksi tersebut tidak membawa tuntutan spesifik kepada pemerintah. Seruan lebih diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa peringatan kemerdekaan juga menjadi momentum mengevaluasi kondisi masyarakat. “Yang membedakan adalah kita membuat balancing narasi. Kita enggak semata-mata merayakan, tapi merefleksikan,” ujarnya.

Baca Juga: Momentum HUT RI, 41 Napi Rutan Kelas IIB Wates Kulon Progo Terima Remisi dan Dua Bebas

Dalam seruannya, mahasiswa mempertanyakan makna kemerdekaan ketika berbagai persoalan masih terjadi. Akhdan menyoroti sejumlah isu, mulai dari anggaran pendidikan, program makanan bergizi, pengelolaan tanah dan sumber daya alam, hingga alokasi anggaran pemerintah.

“Kita merdeka dari apa jika anggaran pendidikan dinomorduakan. Kita merdeka dari apa jika makanan bergizi gratis (MBG) yang katanya bergizi justru membuat anak-anak menjadi korban?,” lontarnya.

Ia juga mengaitkan kemerdekaan dengan kebebasan masyarakat menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, suara mahasiswa dan masyarakat yang menyampaikan keresahan seharusnya mendapat ruang.

Mahasiswa UGM lainnya Gabriel Jogodamai menjelaskan, penggunaan bendera putih dan Merah Putih setengah tiang menggambarkan kondisi sebagian masyarakat yang merasa kehilangan harapan terhadap keadaan negara. “Kita itu sudah berpasrah diri, sudah menyerah, dan juga hampir menyerah melihat keadaan negara ini,” ujar Gabriel.

Gabriel menilai berbagai keresahan yang disampaikan merupakan akumulasi persoalan selama hampir dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejumlah program dan kebijakan pemerintah menjadi bahan refleksi sekaligus kritik dalam mimbar tersebut.

Aksi tersebut turut diikuti mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) M Ramadhan. Ia mengaku hadir karena memiliki keresahan terhadap situasi serta kebijakan pemerintah. Ramadhan menilai keresahan tersebut tidak hanya dirasakan mahasiswa, tetapi juga masyarakat secara luas. “Banyak kebijakan populis yang tidak berdasar, dan menurut saya juga kita terus mengalami kemunduran sebagai sebuah bangsa,” kata Ramadhan.

Menurutnya, momentum kemerdekaan penting digunakan sebagai ruang evaluasi terhadap perjalanan bangsa. Bukan hanya sebagai perayaan seremonial. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
HUT ke-81 Kemerdekaan RI Mahasiswa Bundaran UGM Berita Lelayu kekecewaan