JOGJA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid-murid SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta dalam ajang International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2026. Sebanyak 106 murid berhasil meraih medali dalam kompetisi matematika tingkat internasional tersebut.
Dari total peserta tersebut, SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta berhasil memperoleh 7 medali emas, 39 perak, dan 60 perunggu.
Apresiasi kepada para murid berprestasi diberikan dalam penutupan rangkaian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Ramah 2026 yang diikuti sebanyak 571 siswa. "Capaian ini menunjukkan kemampuan para murid dalam bernalar, berpikir kritis, serta menyelesaikan berbagai permasalahan matematika," ujar Kepala Sekolah SDIT Lukman Al Hakim Yogyakarta Sumardi, Jumat (17/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Sumardi, pihak manajemen sekolah memberikan penghargaan kepada murid-murid yang telah mengharumkan nama sekolah melalui berbagai prestasi di tingkat internasional dan nasional. "Pemberian penghargaan sebagai bentuk dukungan sekolah terhadap semangat belajar, ketekunan, dan perjuangan para murid," katanya.
Sumardi berharap, apresiasi tersebut dapat meningkatkan motivasi seluruh murid untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan berani mengikuti berbagai kompetisi. “Prestasi bukan hanya tentang medali yang diperoleh, tetapi juga tentang keberanian anak-anak dalam menghadapi tantangan, berlatih dengan tekun, serta mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif,” tutur Sumardi.
Menurutnya, keberhasilan para murid tidak terlepas dari semangat belajar, pendampingan guru, serta dukungan orang tua. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membantu murid mengenali dan mengembangkan potensi terbaiknya.
Sekolah berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan murid, baik dalam bidang akademik, Alquran, seni, olahraga, maupun keterampilan lainnya. Pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman tetap menjadi landasan utama dalam setiap proses pembinaan.
Momentum pemberian penghargaan pada penutupan MPLS Ramah 2026 sekaligus menjadi pesan kepada seluruh murid bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan berprestasi sesuai dengan potensi masing-masing.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji