Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dema UIN Sunan Kalijaga Tolak Dapur MBG di Kampusnya, Warek Sebut Pertemuan dengan BGN Hanya Penjajakan Seminar dan Penelitian

Delima Purnamasari • Kamis, 4 Juni 2026 | 05:00 WIB
BENTUK PROTES: Pemasangan spanduk penolakan dapur MBG oleh Dema UIN Sunan Kalijaga. (Dokumentasi Dema UIN Sunan Kalijaga)
BENTUK PROTES: Pemasangan spanduk penolakan dapur MBG oleh Dema UIN Sunan Kalijaga. (Dokumentasi Dema UIN Sunan Kalijaga)

SLEMAN - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (Dema UIN) Sunan Kalijaga menyatakan penolakan akan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampusnya. Hal ini dinyatakan lewat pemasangan spanduk protes di gerbang masuk kampus. Spanduk ini bertuliskan "Kami mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dengan tegas menolak tegas kampus menjadi dapur MBG. Universitas adalah tempat mematangkan pikiran, bukan mematangkan makanan".

Ketua Dema UIN Sunan Kalijaga 2026 Diaz Habibie menjelaskan, sempat mendapat kabar bahwa kampusnya telah melakukan pertemuan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) secara tertutup. Dia menilai ada indikasi kuat bahwa ada kesepakatan di belakang layar kampusnya akan jadi salah satu dapur MBG. 

 Baca Juga: Dialog di UNM, Mentan Amran Respons Cepat Suara Mahasiswa dan Dosen

"Kepastian dapur memang belum ada, tetapi mengingat dinamika saat ini kami nyatakan sikap untuk menolak," katanya dihubungi Rabu (3/6). 

Menurut Diaz, kampusnya tidak memiliki jurusan linier seperti gizi untuk program MBG. Hanya ada Akuntasi yang mungkin bisa jadi penunjang. Belum lagi jika mempertimbangkan sarana prasarana dan sumber daya yang dia nilai belum siap. Ketika kampus jadi dapur MBG sama artinya dengan praktik komersialisasi pendidikan. 

Baca Juga: Aturan TPP PNS Kulon Progo Dirombak, Prestasi Kerja Hingga Media Sosial OPD Jadi Indikator Penentu

"Jelas kami tolak karena tata kelola MBG sangat berantakan dan ada celah korupsi besar. Dikelola SPPG saja masih ngawur apalagi universitas," tegasnya. 

Diaz menyebut, semestinya UIN Sunan Kalijaga fokus pada ranah pendidikan. Apalagi hingga kini masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh kampus. Misalnya, adanya dosen yang jarang mengajar dan pendampingan oleh dosen pembimbing belum optimal. 

"Kami akan terus buat aksi lain lewat mimbar demokrasi dan solidaritas dari seluruh elemen mahasiswa UIN Sunan Kalijaga," katanya. 

Baca Juga: Dua Pemuda Asal Sanden Bantul Nekat Mencuri Alat Pertanian di 10 Lokasi Pesisir Pantai Kulon Progo

Sementara itu, Wakil Rektor (Warek) bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga Mochamad Sodik mengonfirmasi adanya pertemuan dengan BGN ini. BGN melakukan penjajakan kepada berbagai perguruan tinggi, termasuk UIN Sunan Kalijaga. Hal ini kaitannya dengan kemungkinan penyelenggaraan seminar dan penelitian tentang dinamika serta efektivitas program MBG. 

"Pertemuan tersebut bukan membahas penyelenggaraan program MBG oleh kampus. Saat ini masih merupakan penjajakan awal yang akan dipelajari dan dipertimbangkan," katanya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (Dema UIN) Sunan Kalijaga #dema uin sunan kalijaga #Badan Gizi Nasional (BGN) #dapur MBG #BGN